Di Amerika Diperkenalkan Sistem Work College: Kuliah Sambil Bekerja di Kampus yang Sama

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 September 2023 | 12:54 WIB
Blackburn College di Carlinville, Illinois, salah satu kampus yang membuka program work-college. (Blackburn.edu)
Blackburn College di Carlinville, Illinois, salah satu kampus yang membuka program work-college. (Blackburn.edu)

Keuntungan paling jelas dan paling menarik dari work college adalah pengurangan atau biaya kuliah gratis. Ini yang sangat berarti buat seseorang yang tidak mampu mengeluarkan banyak uang.

Namun ada alasan lain untuk mempertimbangkan work college dan beberapa kelemahan yang juga harus kamu pikirkan.

Pro

1. Pengalaman kerja

Perguruan tinggi sering kali merupakan pengalaman abstrak yang penuh dengan teori dan terisolasi dari tekanan pekerjaan nyata. Bahkan program magang tidak benar-benar menangkap seluk beluk pekerjaan nyata.

Work college dapat memadukan hal-hal abstrak dengan hal-hal konkret, yang memberi mahasiswa pengalaman langsung saat memasuki dunia kerja.

2. Koneksi

Selain pengalaman kerja yang akan terlihat bagus di resume, mahasiswa juga akan memiliki kesempatan untuk terhubung dengan alumni dan profesional lain yang sudah berkecimpung di bidangnya saat mendapatkan pengalaman tersebut.

Baca Juga: Suka Mengingat-ingat Kerjaan yang Belum Selesai, Ternyata Bisa Bermanfaat untuk Produktivitas

Kontra

1. Waktu

Perguruan tinggi kerja biasanya mengharuskan mahasiswa bekerja hingga 15 jam seminggu. Sepertinya tidak terlalu berarti, tetapi mereka harus menghadiri kelas penuh waktu, yang tentunya butuh pembagian waktu yang baik.

Meskipun work college ini baru diterapkan di sembilan perguruan tinggi di Amerika Serikat, tetapi semoga saja di Indonesia juga akan ada sistem semacam ini untuk membantu mahasiswa yang ingin kuliah, tetapi kekurangan dana. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Lifehacker

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X