95% NFT di Dunia Sudah Tak Ada Harganya, Ini Pro Kontra NFT untuk Investasi!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Oktober 2023 | 16:08 WIB
Masih ingat dengan NFT Ghozali Everyday di platform Open Sea? Kini, NFT di dunia sudah tidak ada harganya. (Open Sea)
Masih ingat dengan NFT Ghozali Everyday di platform Open Sea? Kini, NFT di dunia sudah tidak ada harganya. (Open Sea)

PejuangKantoran.com - Siapa yang masih ingat dengan NFT? Sekitar dua tahun yang lalu, Non-Fungible Token (NFT) sangat viral dan “meledak” di mana-mana, termasuk di Indonesia.

Bahkan, token yang dijual melalui teknologi tersebut harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Banyak orang yang berlomba-lomba ingin memiliki NFT dan menjualnya.

Misalnya, nama Ghozali pernah melejit berkat NFT lokalnya yang dikenal sebagai "Ghozali Everyday". Saat itu, NFT berupa foto selfie dirinya dibeli dengan 2 ETH, atau kalau dikonversikan ke mata uang rupiah menjadi sekitar Rp92 juta.

Baca Juga: Saat Berangkat Kerja, Seorang Wanita Ditusuk Orang Tak Dikenal di Mal Central Park hingga Tewas

Atau, tweet pertama pendiri Twitter, Jack Dorsey, yang laku US$2,9 juta atau sekitar Rp41,6 miliar. Tweet tersebut diunggah 21 Maret 2006 dengan tulisan “Just setting up my twttr” atau “Baru saja menyiapkan twitter saya".

Namun, saat ini NFT sudah kehilangan pamornya.

Laporan platform kripto dappGambl berjudul “Dead NFTs: The Evolving Landscape of the NFT Market” mengatakan bahwa 95% token NFT yang dimiliki oleh sekitar 23 juta orang di seluruh dunia, saat ini sudah tidak ada harganya.

Kenapa orang investasi NFT?

Sebagai permulaan, berinvestasi di NFT adalah istilah yang keliru karena NFT saja sebenarnya bukanlah kelas aset yang lengkap.

NFT menggunakan teknologi blockchain untuk menandakan kepemilikan secara digital, menjadikan NFT lebih seperti hak milik sebuah mobil daripada mobil itu sendiri.

Ini adalah aset unik di dunia digital yang dapat diperjualbelikan, tetapi tidak memiliki bentuk nyata. Sama seperti kamu tidak akan membeli mobil yang hanya berbentuk kertas sehingga tidak cerdas untuk membeli aset hanya karena telah diberi token menjadi NFT.

Namun, ini tidak berarti bahwa berinvestasi pada aset yang diberi token adalah ide yang buruk. Jika kamu mengidentifikasi aset yang menarik dan memiliki dananya, mungkin kamu harus membelinya.

Jika kepemilikan aset tersebut diberi token, kemungkinan besar kamu dapat menikmati manfaat tambahan yang terkait dengan NFT. Namun pastikan juga untuk memahami risiko investasinya.

Investor membeli NFT karena berbagai alasan. Ada yang sangat tertarik untuk memiliki aset dasar, sementara yang lain mungkin merasakan nilai dari aset yang diberi token menjadi NFT.

Baca Juga: BCA Ubah Jangka Waktu Penutupan Rekening Secara Otomatis Nol Rupiah, Jadi Lebih Cepat!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Investopedia, Instagram @bisnismillenial

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X