Namun, ada juga yang mungkin berinvestasi di NFT sebagai cara untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi blockchain.
Pro dan kontra investasi NFT
Investor memiliki banyak alasan untuk ingin membeli aset yang diberi token menjadi NFT karena keuntungan berikut:
• Siapa pun dapat berinvestasi. Kepemilikan aset yang diberi token menjadi NFT dapat ditransfer dengan lebih mudah dan efisien antarorang di mana pun di dunia.
• Dijamin oleh blockchain. Menggunakan teknologi blockchain untuk menandakan kepemilikan secara digital membuat kepemilikan investor atas suatu aset menjadi lebih aman.
• Kesempatan mempelajari lebih lanjut tentang teknologi blockchain. Investor dapat menjadi lebih berpengetahuan tentang blockchain, sambil mendiversifikasi portofolionya, dengan mengalokasikan sejumlah kecil uang ke aset yang diberi token.
Namun, banyak juga investor yang berhati-hati dalam berinvestasi pada aset yang diberi token atau NFT, yaitu:
• NFT bukanlah kelas aset. Banyak orang keliru menganggapnya sebagai kelas aset, bukan sebagai cara teknologi untuk menunjukkan kepemilikan.
• NFT dapat melanggengkan penipuan. Masalah serius dapat terjadi jika seseorang membuat gambar elektronik dari karya seni NFT asli, menempelkan token padanya, lalu menjualnya di pasar virtual.
Baca Juga: Teten Masduki: “Siapa Bilang Kalau TikTok Medsos Dipisah dengan TikTok Shop akan Merugikan Seller?
• Perlu memiliki Ether (ETH). Ini membuat investor yang ingin membeli NFT dengan uang fiat seperti dollar AS mungkin memiliki pilihan terbatas.
Pada dasarnya, berinvestasi pada aset apa pun hanya karena aset tersebut diberi token adalah ide buruk. Dasar-dasar investasi masih berlaku, terlepas dari apakah kepemilikan suatu aset ditunjukkan oleh blockchain.
Jadi, langkah terbaik sebagai investor adalah mengidentifikasi aset berkualitas yang paling ingin dimiliki, kemudian melakukan apa yang diperlukan untuk memperolehnya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Ada Alasan Kenapa Cuti Melahirkan Disarankan Selama 6 Bulan
Ketahui Waktu Paling Tepat untuk Operasi Katarak
Sleep Tourism, Ketika Orang-orang Berani Bayar Mahal untuk Tidur Nyenyak
Mira Lesmana: Background Cerita Petualangan Sherina 2 Terinspirasi dari Pengalaman Sherina Munaf
Mau Lancar Menjawab Wawancara untuk Seleksi Beasiswa LPDP? Pelajari Visi dan Misinya!
Perankan Tokoh Antagonis di Petualangan Sherina 2, Isyana Sarasvati Khawatir Image-nya Rusak