Pejuang kantoran.com - Efek gas rumah kaca kini menjadi tantangan untuk Bumi lestari.
Efek gas rumah kaca sebagaimana catatan dari Asosiasi Energi New Mexico, Amerika Serikat, adalah kondisi perangkap panas di Bumi akibat pembuangan karbon dioksida atau CO2 ke udara sebagai dampak pembakaran di industri, rumah tangga, kendaraan bermotor, dan sebagainya.
Efek gas rumah kaca sudah barang tentu menghasilkan peningkatan suhu udara di muka Bumi.
Pembiaran efek gas rumah kaca tanpa kontrol yang tegas membuat Bumi makin dekat berhadap-hadapan dengan berbagai bencana mulai dari kelaparan dan penyakit.
"Menghilangkan sebanyak mungkin efek gas rumah kaca adalah agenda yang mendesak," ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro pada pidato daringnya, Senin (6/11/2023) di Jakarta, dalam gelaran pemeringkatan Asia Sustainability Report Rating atau Asrat 2023.
Nasional Center for Corporate Reporting (NCCR) menjadi penyelenggara Asrat 2023 berkenaan dengan efek gas rumah kaca.
Acara Asrat 2023 semalam mengusung tema Navigating The Path to Net Zero: Accelerating Climate Action in Asia.
Acara pemeringkatan berkait dengan efek gas rumah kaca Asrat 2023 ini diikuti oleh 68 perusahaan.
Efek gas rumah kaca
Dalam pidato daringnya yang mengangkat pokok pikiran efek gas rumah kaca di Asrat 2023, Bambang Brodjonegoro membeberkan dua catatan penting.
Artikel Terkait
Brave CF 76, Laga MMA atau Mixed Martial Arts di Pengujung November 2023
Kisah Pizza Ukuran Jumbo, Datangnya dari Kebersamaan
Asal-usul dan Sejarah Kebaya Janggan, Kebaya yang Dipakai Dian Sastrowardoyo di Gadis Kretek
KAI Wisata Buka Lowongan Customer Service On Station dan Ticketing Officer Bisa untuk Lulusan SMA
Jangan Keliru, Ini Beda HRD dengan Talent Management dan Talent Acquisition