Efek Gas Rumah Kaca, Tantangan untuk Bumi Lestari

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Selasa, 7 November 2023 | 11:24 WIB
Ilustrasi skema pengurangan efek gas rumah kaca untuk emisi nol pada 2050 di Indonesia. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)
Ilustrasi skema pengurangan efek gas rumah kaca untuk emisi nol pada 2050 di Indonesia. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Pejuang kantoran.com  - Efek gas rumah kaca kini menjadi tantangan untuk Bumi lestari.

Efek gas rumah kaca sebagaimana catatan dari Asosiasi Energi New Mexico, Amerika Serikat, adalah kondisi perangkap panas di Bumi akibat pembuangan karbon dioksida atau CO2 ke udara sebagai dampak pembakaran di industri, rumah tangga, kendaraan bermotor, dan sebagainya.

Ketua National Center for Corporate Reporting (NCCR) Ali Darwin berpidato di Asia Sustainability Reporting Rating (Asrat) 2023 di Hotel Raffles Jakarta, Senin (6/11/2023).
Ketua National Center for Corporate Reporting (NCCR) Ali Darwin berpidato di Asia Sustainability Reporting Rating (Asrat) 2023 di Hotel Raffles Jakarta, Senin (6/11/2023). (NCCR)

Efek gas rumah kaca sudah barang tentu menghasilkan peningkatan suhu udara di muka Bumi.

Pembiaran efek gas rumah kaca tanpa kontrol yang tegas membuat Bumi makin dekat berhadap-hadapan dengan berbagai bencana mulai dari kelaparan dan penyakit.

"Menghilangkan sebanyak mungkin efek gas rumah kaca adalah agenda yang mendesak," ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro pada pidato daringnya, Senin (6/11/2023) di Jakarta, dalam gelaran pemeringkatan Asia Sustainability Report Rating  atau Asrat 2023.

Nasional Center for Corporate Reporting (NCCR) menjadi penyelenggara Asrat 2023 berkenaan dengan efek gas rumah kaca.

Acara Asrat 2023 semalam mengusung tema Navigating The Path to Net Zero: Accelerating Climate Action in Asia.

Acara pemeringkatan berkait dengan efek gas rumah kaca Asrat 2023 ini diikuti oleh 68 perusahaan.

Efek gas rumah kaca

 

Ilustrasi urutan pengurangan efek gas rumah kaca menuju Indonesia zero emisi 2050.
Ilustrasi urutan pengurangan efek gas rumah kaca menuju Indonesia zero emisi 2050. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

 

Dalam pidato daringnya yang mengangkat pokok pikiran efek gas rumah kaca di Asrat 2023, Bambang Brodjonegoro membeberkan dua catatan penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X