Yenny Wahid Ingatkan Pesan Rasulullah untuk Memilih Pemimpin dari Hati seperti Ganjar-Mahfud

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 November 2023 | 15:50 WIB
Yenny Wahid saat orasi kebangsaan di Malaysia (Dok Istimewa)
Yenny Wahid saat orasi kebangsaan di Malaysia (Dok Istimewa)

"Pak Mahfud MD didikan langsung Gus Dur, orangnya pemberani, orangnya punya komitmen untuk penegakan hukum, jujur dan anti korupsi. Cocok nggak untuk jadi pemimpin kita?" ujar Yenny Wahid lagi.

Yenny pun menceritakan kedekatan sosok Mahfud MD dengan Gus Dur. Menurutnya, Mahfud MD memang sangat dekat dengan keluarga Gusdur, bahkan saat Gus Dur jadi presiden dia dipercayakan menjadi Menteri Pertahanan. 

Baca Juga: 2024, Pemerintah Renovasi 22 Stadion Sepak Bola di Seluruh Indonesia, termasuk Stadion Kanjuruhan

Yenny pun menegaskan bahwa ke depan Ganjar-Mahfud akan melanjutkan apa-apa yang sudah dibangun oleh Presiden Joko Widodo dan akan memperbaiki hal-hal yang dianggap masih kurang.

"(Mahfud MD) Orang sipil pertama yang menjadi Menteri Pertahanan. Sosoknya lengkap pernah menjadi anggota DPR. Jadi mengerti kalau bikin undang-undang itu seperti apa."

"Pernah jadi eksekutif jadi menteri. Pernah juga di Yudikatif karena pernah jadi Ketua MK. Jadi lengkap ini, kalau kita cari pemimpin yang bisa mengerti semua hal, semua perspektif jadi adanya di Pak Mahfud," ungkapnya.

Pilih dari hati

Meski menjadi Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud, namun Direktur Eksekutif Wahid Fondation ini bersikap diplomatis. Dia menyebut, untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia harus berdasar pada hati nurani. 

Dia mengatakan semua calon presiden yang ikut pada Pilpres kali ini adalah semua putra-putra terbaik bangsa. Namun yang paling penting adalah yang cocok dengan hati.

Baca Juga: Amazon Kembali PHK Karyawan, Kali Ini dari Divisi Alexa. Kalah Saing dengan Teknologi AI?

 

Dia pun mengutip pernyataan rasulullah dalam memilih pemimpin harus mengikuti kata hati, sebab hati mengetahui kebaikan dan keburukan, dan tidak bisa dibohongi.

"Jadi kalau memutuskan untuk memilih Ganjar-Mahfud dipastikan itu suara hati kita. Tidak usah menjelek-jelekkan paslon lain," pintanya.

"Semua pemimpin punya kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya kita dukung, kelemahannya kita perbaiki.

"Setiap zaman membutuhkan pemimpinnya dan pada zaman sekarang membutuhkan pemimpin yang bekerja cepat, berkomitmen terhadap penegakan hukum, tentu adanya pada Ganjar-Mahfud," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X