PejuangKantoran.com - Tidak seperti kebanyakan orang yang meminta anak untuk melanjutkan bisnis keluarga, miliarder pemilik bisnis properti asal Hong Kong Henry Cheng malah berusaha mencari pengganti dirinya dari luar anggota keluarga.
Selama bertahun-tahun, anak tertua Henry Cheng yang juga keturunan generasi ketiga, Adrian Cheng, bersiap untuk memimpin salah satu bisnis keluarga milik klan terkaya di Hong Kong itu.
Selama ini, Adrian Cheng secara bertahap telah menanamkan proyek-proyek propertinya dengan seni, menyempurnakan tepi laut Tsim Sha Tsui sebagai distrik budaya, dan berinvestasi dalam token digital.
Baca Juga: Jangan Bicarakan Topik Ini Saat Menghadiri Acara Kantor, Kalau Tak Ingin Suasana Jadi Rusak
Banyak orang yang sudah menganggap Adrian Cheng sebagai penerus bisnis Henry Cheng. Namun, pada November 2023 lalu, statusnya sebagai ahli waris di bisnis keluarga senilai $26 miliar malah mulai diragukan.
Keraguan muncul setelah sang ayah mengatakan bahwa dirinya masih terus berusaha untuk mencari penggantinya. Secara tidak langsung, Henry memberi isyarat bahwa ia tidak bisa memastikan bahwa Adrian yang akan menjadi penerus bisnis.
"Saya masih mengamati, tetapi saya pikir tidak mudah untuk mengidentifikasi orang seperti itu (mampu menjadi penerus bisnis)," katanya dalam sebuah wawancara televisi.
Ia juga bilang bahwa saat ini dirinya memiliki berbagai macam operasi untuk menemukan anggota keluarga yang memenuhi syarat, dan dapat bertanggungjawab atas setiap sektor bisnis miliknya.
“Jika tidak ada anggota keluarga yang cocok, kami dapat merekrut dari luar," tukas Henry, anak sulung pendiri New World Development, Cheng Yu-tung itu.
Dari komentarnya tersebut, bisa diasumsikan bahwa Henry masih berharap anggota keluarganya menjadi pemimpin bisnis yang dibangun ayahnya. Namun, ia tidak harus memilih satu pemimpin untuk seluruh bisnis.
Bukan hal yang aneh dalam keluarga pengusaha
Menurut Winnie Peng, direktur Roger King Center for Asian Family Business and Family Office di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, hal ini sering terjadi dan merupakan proses evolusi dari urusan keluarga menjadi bisnis keluarga.
"Ketika keluarga merencanakan untuk sukses, mungkin ada potensi persaingan antaranggota keluarga. Ini adalah hal yang harus diperhatikan dengan seksama.
"Namun, jika anggota keluarga harmonis dan memiliki nilai-nilai yang sama, masalah ini dapat dihindari,” katanya.
Artikel Terkait
Seru Banget, KVIBES.ID Sepanggung Bareng Dita Karang Secret Number di Forum Diplomatik 50 Tahun Indonesia-Korea Selatan
Lebih Banyak Miliarder yang Jadi Kaya karena Warisan Keluarga ketimbang Usaha Sendiri
Empat Direktur Unilever Mundur dalam Waktu Berdekatan, Ini Penjelasan Resmi Unilever
Daftar UMK Jateng 2024 Akhirnya Diumumkan, Kota Mana yang Mendapat Upah Tertinggi?
Tarif Promo LRT Jabodebek Kembali Diberlakukan Menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
Makanan Korea Rumahan Ala Kimbab Family, Cobain Yuk!
Didampingi Pasha Ungu, Gibran Rakabuming Raka Muncul di Car Free Day dan Menikmati Musik di Tangga Sarinah