PejuangKantoran.com - Perundungan di tempat kerja terjadi di restoran terkenal Max's Restaurant di negara bagian Victoria, Australia. Pelaku perundungan adalah head chef restoran tersebut, Charles Yates.
Charles Yates, yang sekarang sudah menjadi dipecat, memaksa seorang koki magang untuk mengenakan kantong plastik di kepalanya dan menyuruhnya meminum minyak mendidih.
Akibat perbuatannya, Charles Yates dibawa ke Pengadilan Frankston Magistrate. Charles dan Maxwell Paganoni, pemilik Max's Restaurant, mengaku bersalah atas tuduhan yang berkaitan dengan intimidasi di tempat kerja.
Baca Juga: Apa Itu Asam Sulfat yang Disebut Gibran Harus Dipenuhi Ibu Hamil? Padahal Ini Asam Berbahaya!
Charles Yates dan Maxwell Paganoni harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap dua koki muda yang masih berstatus magang, antara Oktober 2020 dan Juni 2021.
Perilaku kelewat batas Charles Yates kepada bawahannya
Di pengadilan, terungkap bahwa Charles memaksa salah satu peserta magang untuk mengenakan kantong plastik di kepalanya dengan lubang mata yang telah dipotong agar dia tetap bisa melihat.
Selain itu, saat bekerja di restoran yang berlokasi di Red Hill South, Mornington Peninsula itu, Charles membuat anak magang tersebut menjadi sasaran bahasa dan perilaku yang menyinggung perasaan.
Di kesempatan lain, Charles menyuruh seorang peserta magang untuk meminum minyak mendidih dan menyuruh peserta magang lainnya untuk menyayat pergelangan tangannya.
Padahal, diketahui bahwa salah satu koki magang tersebut memiliki kelainan perkembangan saraf.
Pengadilan juga mendengar Charles melemparkan barang-barang ke arah para peserta magang, memukul kepala mereka dengan daun kubis, dan memanggil mereka dengan sebutan seperti yang kasar.
Baca Juga: Gula Tambahan Bisa Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Bagaimana dengan Pengganti Gula?
Perlakuan mengerikan tersebut menyebabkan seorang peserta magang mengundurkan diri pada Mei 2021. Sementara yang lainnya mengambil cuti sakit selama berminggu-minggu sebelum akhirnya berhenti.
Dalam pembelaannya, Charles mengatakan bahwa ia tidak bermaksud menyakiti dengan tindakannya, dan mengaku telah mengalami perlakuan serupa saat bekerja di industri perhotelan sejak berusia 14 tahun.
Dakwaan yang diberikan kepada Charles Yates dan pemilik restoran
Artikel Terkait
Lebih Banyak Miliarder yang Jadi Kaya karena Warisan Keluarga ketimbang Usaha Sendiri
Empat Direktur Unilever Mundur dalam Waktu Berdekatan, Ini Penjelasan Resmi Unilever
Daftar UMK Jateng 2024 Akhirnya Diumumkan, Kota Mana yang Mendapat Upah Tertinggi?
Tarif Promo LRT Jabodebek Kembali Diberlakukan Menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
Makanan Korea Rumahan Ala Kimbab Family, Cobain Yuk!
Didampingi Pasha Ungu, Gibran Rakabuming Raka Muncul di Car Free Day dan Menikmati Musik di Tangga Sarinah
Nyesek, Miliarder Hong Kong Ini Pilih Orang Lain untuk Meneruskan Bisnis Keluarga daripada Anaknya Sendiri