Sementara menurut Presiden FSBMM Dwi Haryoto, demonstrasi masih terus dilakukan karena pihak perusahaan tidak memenuhi janji kesepakatan setelah PHK berlangsung.
Menurutnya, pihak mereka telah meminta pihak perusahaan untuk memberikan kesempatan pertukaran pekerja yang terkena PHK dengan pekerja yang sukarela mengajukan paket efisiensi.
Baca Juga: Promo Tiket KAI 12 12, Cek Syarat dan Ketentuannya di Sini, Jangan Sampai Salah Beli
Namun, setelah melakukan perundingan panjang, pihak Nestle tidak mengindahkan usulan tersebut. Padahal, seharusnya efisiensi karyawan harus tetap menerapkan metode sukarela, bukan paksaan.
Manajemen Nestle mengatakan langkah PHK ini diambil untuk melakukan penyesuaian terhadap bisnis agar menjadi lebih efisien dan tumbuh dalam jangka waktu panjang.
Meski hasil dari penyesuaian adalah terdampaknya pekerjaan para karyawan, tetapi PT Nestlé Indonesia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan dampak dari perubahan ini terhadap karyawan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Ucapkan Selamat Datang, Gen Z Bakal Jadi Angkatan Kerja Terbesar Tahun Depan!
Meski Nikmat, Sarapan Kopi dan Telur Ternyata Tidak Disarankan. Ini Alasannya!
Selain Telur dan Kopi, Ini 4 Menu Makanan Lain yang Sebaiknya Tidak Dimakan Bersamaan
Pisau Tumpul Vs Pisau Tajam di Lomba Memasak, Siapakah Pemenangnya?
Bisa Aja... TikTok Shop Kembali Dibuka lewat Tokopedia dengan Mengambil Momen 12-12!
80 Persen Sarjana Tidak Bekerja Sesuai Jurusannya Saat Kuliah, Apa Dampaknya untuk Jangka Panjang?
Bertanya saat Wawancara Kerja Boleh, tapi Jangan Bertanya Tentang Hal Ini!