PejuangKantoran.com - Ditetapkannya tanggal 18 Desember sebagai Hari Migran Internasional, bisa menjadi momen yang tepat untuk merenungkan perjalanan, tantangan, dan kontribusi jutaan individu yang telah memilih menjadi migran internasional.
Hari Migran Internasional berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya mengakui dan menghormati hak-hak migran, mendorong keglobalan, dan merayakan kekayaan yang dibawa keragaman ke masyarakat di seluruh dunia.
Para pekerja migran memang telah menjadikan rumah baru di negara-negara lain sebagai tempat perlindungan, pendidikan, perawatan kesehatan, atau untuk kesejahteraan ekonomi. Perjuangan mereka layak diperingati sebagai Hari Migran Internasional.
Baca Juga: Ini Dia Tren Kecantikan 2024 yang Bakal Populer, Simak di Sini
Sebagai informasi, pada 1 Juli 2020 diperkirakan jumlah pekerja migran internasional secara global mencapai 281 juta. Harap dicatat bahwa ini masih merupakan perkiraan, dan bukan angka pasti.
Pentingnya Hari Migran Internasional
Hari Migran Internasional didirikan oleh Majelis Umum PBB pada 2000 untuk mengakui hak-hak migran dan mempromosikan kesadaran tentang kontribusi positif yang mereka berikan kepada negara tuan rumah maupun negara asalnya.
Tiap 18 Desember kita juga menyoroti perlunya migrasi yang aman dan tertib, serta mendorong dialog tentang tantangan yang dihadapi oleh para migran.
Sebenarnya siapa yang bisa disebut migran internasional?
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), definisi migran internasional mencakup setiap individu yang telah pindah ke negara tempat tinggal yang berbeda, terlepas dari status hukumnya, sifat gerakannya, atau motif yang mendorong migrasinya.
Banyak pekerja migran yang memulai perjalanannya dengan penuh liku, meninggalkan lingkungan yang akrab untuk mencari keselamatan, stabilitas ekonomi, atau masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
Di Indonesia, jumlah pekerja migran sejak 2007 hingga Desember 2023 tercatat sekitar 4,8 juta orang. Mereka tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran dan peningkatan daya ungkit ekonomi daerah asal, tetapi juga terhadap penerimaan negara.
“Di tahun 2022, devisa melalui remitansi mencapai Rp139 triliun, atau yang terbesar kedua setelah sektor migas,” ungkap Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri puncak peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2023 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2023).
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyebutkan bahwa peringatan HPMI 2023 mengusung tema “Pekerja Migran Merdeka, Berdaya, dan Sejahtera”.
Artikel Terkait
Wow Denpasar Jadi Kota Kuliner Terbaik Ke-6 Buat Pecinta Makanan dari Seluruh Dunia
Kolaborasi Keren Onitsuka Tiger dan Astro Boy, Dijual Eksklusif di Jepang dan 12 Negara Lain
MBloc Group Buka Lowongan Kerja Group HR & GA Manager, Diutamakan yang Pengalaman di Bisnis Kreatif
Tren 2024: Karyawan Ingin Diberi Prioritas dan Deadline yang Jelas, Bukan Cuma Soal Absensi Kerja
Apa Saja Tugas dan Pekerjaan Program Manager di Google? Apakah Prospek Karirnya Bagus?
Dimas Anggara Tampilkan 19 Desainer untuk Film #OOTD Outfit of The Designers, Debutnya sebagai Sutradara
Memperpanjang Paspor Sekarang Bisa di Aplikasi M-Paspor, Lebih Praktis dan Nggak Perlu Antri!