Perubahan ini sebagian besar terkait dengan kesulitan dalam menyelaraskan dengan struktur pelaporan baru, atau ekspektasi dari peran jika terjadi tumpang tindih zona waktu dalam perusahaan multinational.
“Atau skenario di mana promosi lebih bersifat fiktif dan orang itu tidak senang dengan kompensasi atau peran yang terkait, dan tanggungjawabnya secara umum,” papar Shukla.
Namun, apa resikonya jika kita resign setelah naik jabatan?
Baca Juga: Cara 'Halal' Tingkatkan Kemungkinan Lolos Tes CPNS 2024 dan Jaminan Cepat Naik Pangkat!
Kalau pengunduran diri itu direncanakan dengan hati-hati dan dilakukan dengan alasan yang benar, menurut Shukla biasanya tidak berdampak pada prospek karir seseorang, termasuk di level senior.
Meski begitu, kamu perlu menghindari kendala yang lain seperti terlalu sering berganti pekerjaan tanpa alasan yang jelas, atau hanya karena perubahan kepemilikan, kenaikan kompensasi yang kecil, dan sebagainya.
Shukla mengatakan, terlalu sering ganti pekerjaan tanpa penambahan nilai nyata dan peningkatan profil seseorang dalam 12-15 tahun awal karir, bisa berdampak pada kemampuan seseorang untuk bermigrasi dari posisi manajerial menengah ke posisi kepemimpinan dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Piknik Musim Dingin di Jepang, Siapkan 5 Hal Ini agar Badan Tetap Hangat
6 Tanda Kamu Dewasa Soal Uang di Usia 20-an, Catat: Yang Penting Nggak Gampang FOMO!
Grup Band Smashing Pumpkins Buka Lowongan Kerja Jadi Gitaris, Minat?
Terpaksa Harus Buang Air Besar di Kantor, Tak Perlu Malu Lagi dan Jangan Ditahan Karena Bahaya Buat Kesehatan
Di Jepang, Jumlah Pencari Kerja Usia 65 Tahun ke Atas Meningkat
40% Manajer Enggan Mempekerjakan Karyawan Gen Z, Masa Ada yang Bawa Ortu Saat Wawancara Kerja?
Menentang Penggunaan Fast Fashion, Asmara Abigail Lebih Suka Belanja Baju-baju Secondhand