Semakin Banyak Pekerja Muda yang Ingin Bekerja di Luar Negeri, tapi Khawatir dengan Hambatan Bahasanya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 12 Januari 2024 | 17:11 WIB
Ilustrasi: Semakin banyak karyawan muda yang ingin bekerja di luar negeri, salah satunya di Amerika.  (Freepik)
Ilustrasi: Semakin banyak karyawan muda yang ingin bekerja di luar negeri, salah satunya di Amerika. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Akun-akun Instagram yang membahas soal cara mengambil beasiswa di luar negeri, atau cara bekerja di luar negeri, selalu mendapat tanggapan yang luar biasa dari pembacanya.

Bahkan ketika LPDP mengadakan Festival LPDP 2023 di Aula The Kasablanka Hall Mall Kota Kasablanka Jakarta, awal Agustus 2023, nggak kurang dari 10.000 peserta mendaftar untuk mengikuti acara tersebut.

Keinginan karyawan muda untuk bekerja di luar negeri ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Jajak pendapat dari aplikasi pembayaran internasional Zing terhadap 2.000 orang dewasa yang sudah bekerja menemukan, 36% pekerja muda berniat bekerja secara jarak jauh sepenuhnya supaya mereka bisa tinggal di mana saja di dunia.

Baca Juga: Gegara Marah, Lionel Messi Dapat Penghargaan Unik Sekali Seumur Hidupnya

Kemudian, dua dari tiga responden tidak ingin dibatasi oleh batas-batas negara dalam menjalani karir mereka.

Hampir 48% responden berharap dengan mendapatkan gaji lebih tinggi di negara lain mereka bisa meningkatkan gaya hidup. Lalu 40% responden mengatakan, mereka ingin bekerja di luar negeri karena biaya hidup yang lebih rendah.

Selain itu, 35% merasa ada lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan karir mereka di luar Inggris.

Karyawan Gen-Z dan milenial menilai Australia, Kanada, Spanyol, dan Amerika Serikat, adalah negara-negara paling populer yang akan mereka pertimbangkan jika mereka bekerja di luar negeri. 

Karyawan muda juga sudah memikirkan bidang apa yang membuat mereka bisa bekerja di luar negeri, yaitu teknologi, pendidikan, dan pariwisata.

Keterampilan mereka dibutuhkan

Penelitian oleh Zing ini diadakan untuk mengetahui bagaimana orang dewasa masa kini menjalani kehidupan yang lebih global dalam hal pekerjaan dan uang.

Baca Juga: Syarat Mendaftar Beasiswa Reguler LPDP yang Jarang Diketahui Peserta, Simak Juga Cara Mendaftarnya!

"Semakin banyak orang yang menjalani gaya hidup internasional, lebih dari separuhnya pernah menghabiskan waktu tinggal di luar negeri atau memiliki aspirasi untuk melakukannya,” ungkap James Allan, pendiri dan CEO Zing.

Survei ini dilakukan Zing ini berkaitan dengan fungsi aplikasi tersebut, yang dirancang agar pengguna bisa menyimpan hingga 10 mata uang yang berbeda dan mengunci nilai tukar tanpa biaya, serta mengirim uang secara internasional.

Sebanyak 59% first jobber memilih pekerjaan yang memungkinkan mereka bekerja secara remote. Lalu, 54% dari mereka lebih cenderung melamar ke perusahaan yang mengizinkan staf mereka ditempatkan di mana saja di seluruh dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Sun

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X