PejuangKantoran.com - Dalam hidup perubahan adalah hal yang biasa terjadi. Perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dan bisa sewaktu-waktu dihadapi setiap saat dalam hidup.
Bagi beberapa orang, perubahan seringkali terasa menakutkan. Terutama jika berurusan dengan perubahan alam pekerjaan. Untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan beberapa langkah penyesuaian, baik dalam kehidupan personal maupun profesional.
Kenapa perubahan bisa membuat orang jadi cemas? Menurut ahli saraf Dean Burnett 1 , secara alamiah, otak manusia tidak menyukai ketidakpastian akibat perubahan dan segala sesuatu yang tidak pasti berpotensi menjadi ancaman.
Baca Juga: Jangan Sedih Kak, 14% Karyawan Mengaku Tidak Pernah Dipromosikan untuk Naik Jabatan!
Penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications 2 menunjukkan bahwa orang sebenarnya mengalami lebih banyak stres akibat ketidakpastian ini dibandingkan dengan perubahan itu sendiri.
Dalam dunia pekerjaan, perubahan merupakan hal yang biasa terjadi seperti perubahan kepemimpinan atau kebijakan perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa menavigasi perubahan tersebut agar bisa melewatinya dengan baik.
Lalu bagaimana caranya menavigasi perubahan? Analisa Widyaningrum, seorang Psikolog Klinis yang ditemui pada sesi NgobrAZ (Ngobrol bareng Allianz Citizens), perubahan dapat dinavigasi dengan cerdas secara emosi. Kemampuan untuk mengolah emosi inilah yang dapat membantu kita melewati segala tantangan yangdihadapi dalam pekerjaan.
“Kecerdasan emosional adalah kemampuan manusia mengenali dan memahami emosinya lalu menggunakannya untuk mengelola diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain. Mengolah hati dan perasaan memang bukan perkara mudah."
"Banyak hal yang tidak bisa dikendalikan yang dapat membuat seseorang tidak nyaman terhadap perubahan, namun bukan berarti membuat seseorang tersebut tidak kompeten. Penting bagi kita untuk memahami level kecerdasan emosi supaya kita bisa mengontrol perasaan dengan lebih baik,” kata Analisa.
Kecerdasan emosi sangat penting dalam dunia kerja karena dapat meningkatkan kolaborasi/teamwork. Karyawan juga mampu mengelola stress, tangguh menghadapi tantangan dan mengatasi ketidakpastian secara efisien.
Sehingga kinerja menjadi lebih produktif, pencapaian target meningkat, dan bisa berkontribusi positif terhadap budaya perusahaan.
Level kecerdasan emosi seseorang dapat terasa saat bekerja bersama orang tersebut. Bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya tinggi, kita akan merasa lebih nyaman, tenang dan percaya diri. Hal ini dikarenakan orang tersebut memiliki kompetensi personal dan sosial yang baik.
Kompetensi personal yaitu mampu memahami emosi yang dimiliki (self-awareness) dan mampu mengendalikannya dalam situasi sulit serta tetap profesional saat bekerja (self- management). Orang yang memiliki self management yang baik, dapat mengelola perasaannya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekhawatiran. Justru ia bisa menerima perubahan dengan cepat dan memikirkan langkah kedepan.
Artikel Terkait
Tanda-tanda Orang yang Tampak Percaya Diri tapi Sebenarnya Punya Keyakinan Diri yang Rendah
Mengenal Aktuaris, Profesi Bergengsi yang Sangat Dibutuhkan di Perusahaan Asuransi dan Perbankan
Yang Sulit Mencari Pekerjaan Karena Tidak Punya Passion di Bidang Apapun, Buruan Kumpul Sini!
Siap-siap Rekrutmen CPNS 2024, Ini Formasi dan Syarat Utama Daftar Jadi Pegawai Negeri Sipil
Pantesan Lamaran Kerjamu Ditolak Melulu, Ini 7 Kesalahan dalam CV yang Bikin Kamu Susah Dapat Kerja
Cara 'Halal' Tingkatkan Kemungkinan Lolos Tes CPNS 2024 dan Jaminan Cepat Naik Pangkat!
6 Alasan Mengapa Karyawan Resign Setelah Naik Jabatan, Nomor 4 yang Paling Ngenes Sih!
Pertanyaan Saat Wawancara Kerja untuk Posisi Data Analyst, dan Cara Menjawabnya
Berapa Lama Harus Menunggu sampai Bisa Naik Jabatan, tanpa Perlu Mengancam akan Resign?
Jangan Sedih Kak, 14% Karyawan Mengaku Tidak Pernah Dipromosikan untuk Naik Jabatan!