PejuangKantoran.com - Setiap tahunnya, ada banyak beasiswa yang menawarkan program untuk melanjutkan studi dari S1 ke S2 dan selanjutnya.
Tiap tahun juga, beasiswa ini tak pernah sepi pendaftar. Beberapa beasiswa pun justru membeludak pendaftar dan harus benar-benar menyaring para peserta lantaran jumlah yang diterima pun terbatas.
Hanya saja, dari sekian banyak lowongan beasiswa tiap tahunnya nyatanya angka penduduk Indonesia yang merupakan lulusan S2 dan S3 jumlahnya sangatlah kecil.
Dalam pembukaan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1), Presiden Jokowi mengungkapkan kekagetannya karena rendahnya jumlah rakyat Indonesia yang merupakan lulusan S2 dan S3 dibandingkan dengan jumlah penduduk produktif.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 187,2 juta jiwa pada 2020 lalu. Jika menghitung angka tersebut maka jumlah lulusan S2 dan S3 di Indonesia hanya 842 ribu berbanding dengan ratusan juta penduduk lainnya.
"Saya kaget Indonesia di angka 0,45 persen. Negara tetangga kita, Vietnam dan Malaysia, sudah di angka 2,43 persen. Negara maju 9,8 persen. Jauh sekali," kata dia.
Baca Juga: Piala Asia 2023: Lusail, Stadion Ciamik Kebanggaan Rakyat Qatar
Jokowi menyebut rasio lulusan S2 dan S3 terhadap penduduk produktif di Malaysia dan Vietnam mencapai lima kali lipat dari jumlah Indonesia.
"Saya minggu ini akan rapatkan ini dan mengambil kebijakan, policy, untuk mengejar angka yang masih 0,45 persen," ucapnya.
Hal ini dilakukan Jokowi untuk mengejar dan menghadapi kompetisi global yang bakal terjadi beberapa tahun ke depan.
Untuk mengejar kompetisi global ini, Indonesia, kata dia, butuh sumber daya manusia yang unggul. Salah satunya dengan memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Ditambahkannya, sumber daya manusia yang unggul juga akan menjadi kunci kemajuan saat terjadi bonus demografi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Baca Juga: Pangeran Abdul Mateen Pamerkan Foto Masa Kecilnya bersama Anisha Rosnah: Jodoh Memang Nggak Ke Mana!
Artikel Terkait
Semakin Banyak Pekerja Muda yang Ingin Bekerja di Luar Negeri, tapi Khawatir dengan Hambatan Bahasanya
Piala Asia 2023, 4 Negara Asia Tenggara Ikut, Hanya Indonesia dan Vietnam yang Saling Bunuh
Mengapa Israel Tak Ikut Piala Asia?
Piala Asia 2023 kok Berlangsung di 2024?
6 Negara dengan Paspor yang Punya Akses Bebas Visa Terbanyak di Dunia, Indonesia Ada di Peringkat Berapa?
Dukung Pemilu Damai dan Bebas Hoax, JPP Audiensi ke TKN Fanta dan Relawan Digital Prabowo-Gibran
Untuk Jadi Juara Catur, Coaching Clinic Saja Tidak Cukup
Cakep, Indonesia Cicipi 3 Stadion Berbeda di Penyisihan Grup D Piala Asia 2023
Pangeran Abdul Mateen Pamerkan Foto Masa Kecilnya bersama Anisha Rosnah: Jodoh Memang Nggak Ke Mana!
Piala Asia 2023: Lusail, Stadion Ciamik Kebanggaan Rakyat Qatar