Budiman Sudjatmiko: Pertanyaan soal Greenflation Dilontarkan Gibran agar Masyarakat Lebih Rasional

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 24 Januari 2024 | 15:56 WIB
Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengatakan isu mengenai Greenflation atau inflasi hijau dilontarkan dengan tujuan khusus.
Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengatakan isu mengenai Greenflation atau inflasi hijau dilontarkan dengan tujuan khusus.

PejuangKantoran.com - Isu tentang Greenflation atau inflasi hijau mengemuka setelah Gibran Rakabuming Raka melontarkan istilah tersebut pada Mahfud MD dalam tanya-jawab Debat Cawapres keempat di Jakarta Convention Center, Minggu (21/1/2024).

Saat itu, Gibran menilai Mahfud MD tidak memberikan jawaban yang tepat mengenai Greenflation atau inflasi hijau. Mahfud justru memberikan jawaban mengenai ekonomi hijau.

Baca Juga: Benhart Hutabarat, Dokter UltraOceanman Mendapat Penghargaan Muri

Hal inilah yang menyebabkan Gibran menunjukkan gestur orang yang sedang mencari barang yang hilang. Sedangkan Mahfud MD balik mengatakan bahwa pertanyaan Gibran adalah pertanyaan receh, cuma “ngarang”, dan mengaitkan sesuatu yang tidak ada.

"Kalau akademis itu, gampangnya kalau yang bertanya seperti itu tuh recehan. Oleh sebab itu, itu tidak layak dijawab menurut saya, dan oleh sebab itu saya kembalikan ke moderator," katanya.

Namun, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko mengatakan, isu tentang Greenflation dalam debat cawapres punya tujuan tersendiri. Isu itu diangkat supaya publik punya cara pandang yang informatif dan berimbang.

Menurut Budiman Sudjatmiko, agenda transisi ekonomi hijau yang berkeadilan memiliki konsekuensi. Perubahan teknologi dan aktivitas di sektor energi terbarukan akan memicu kenaikan harga barang atau inflasi.

Baca Juga: Ada Cerita Jaket Bomber Biru Tua di Halim Perdanakusuma

"Mas Gibran ingin mengingatkan bahwa tidak ada makanan yang gratis untuk sebuah kemajuan. Dari Ekonomi Hijau ini disebut fenomena "Greenflation".

“Pasangan capres perlu menjelaskan ini ke publik, sehingga publik punya cara pandang yang lebih informatif lebih berimbang," jelas Budiman Sudjatmiko kepada wartawan, Selasa (23/1/2024) di Jakarta.

Ia menegaskan, publik berhak tahu konsekuensi dari setiap kebijakan yang dijanjikan saat kampanye. Oleh karena itu pasangan Prabowo-Gibran ingin mengajak publik untuk rasional dan visioner.

"Kalau kampanye hanya sekedar mengumbar janji tapi rakyat tidak dijelaskan konsekuensi-konsekuensinya, maka itu adalah penyesatan.

Baca Juga: Saat Warga Jepang Kembali Jajan Onigiri

“Prabowo-Gibran mengajak kita untuk menghitung konsekuensi dan resiko, sehingga kita harus bersiap untuk itu," ujar mantan politikus PDI-Perjuangan tersebut.

Pasangan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Maju tersebut ingin menciptakan kampanye sebagai forum edukasi politik, bukan sekadar pertunjukan menghibur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X