Di Indonesia, Isra Miraj diperingati sebagai peristiwa titik awal ditentukannya kewajiban dasar umat Muslim untuk melakukan shalat lima waktu.
Namun, bagaimana sebenarnya cara merayakan Isra Miraj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab sesuai hukum Islam?
Baca Juga: Soal Survei Populi Center, Nusron Wahid: Kepastian untuk Menang Sekali Putaran Makin Terlihat
Hukum merayakan Isra Miraj adalah boleh, bahkan dianjurkan, jika tujuannya murni karena Allah SWT dan cinta pada Nabi Muhammad SAW, demikian menurut pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan, Jawa Timur, Sunnatullah.
"Orang-orang yang merayakannya dengan perbuatan ibadah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” tulisnya pada Rabu (7/2/2024).
Ia merujuk keterangan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki al-Hasani dalam satu bab khusus perihal hukum merayakan hari-hari besar dalam Islam, seperti Maulid Nabi, Isra Miraj, malam Nishfu Sya’ban, hijrahnya Nabi, dan lainnya.
Artinya, “Telah berlaku suatu tradisi, yaitu berkumpul untuk mengenang beberapa peristiwa bersejarah, seperti maulid, memperingati isra mi’raj.
Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Gibran Naik Jadi 52%, Komandan TKN: Syukur Alhamdulilah
“Dalam anggapan kami, semua ini adalah murni tradisi yang tidak memiliki hubungan dengan hukum syariat, sehingga tidak bisa dianggap anjuran atausunnah, sebagaimana ia tidak bertentangan dengan pokok dan beberapapokok agama Islam.”
(Sayyid Muhammad, al-Anwaru al-Bahiyyah min Isra' wa Mi'raji Khairil Bariyyah, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 83).
Sayyid Muhammad juga menjelaskan bahwa perayaan itu tidak bisa dianggap terpuji, juga tidak bisa dianggap tercela. Jika melakukannya, tidak akan mendapatkan apa-apa.
Tetapi jika semua itu dilakukan dalam rangka untuk berzikir, membaca shalawat, melakukan kebajikan, atau sekadar manifestasi cinta kepada Nabi, hal itu bisa menjadi alasan untuk mendapatkan rahmat dari Allah dan anugerah dari-Nya.
Baca Juga: Menurut Gibran, Elektabilitas Di Atas 50% Tak Ada Artinya Jika Banyak yang Golput
"Jika motif dan tujuan dalam merayakan Isra' Mi’raj adalah murni karena Allah semata, maka semua itu akan menjadi perbuatan ibadah yang diterima oleh-Nya,” tulis Sunnatullah mengutip keterangan Sayyid Muhammad.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Merchandising Leasing Sports Manager di Lotte Mall Jakarta
Giliran Kumpul Akbar AMIN di JIS Diserbu, Ticket War Bikin Pendukung Anies Antre Berjam-jam
Deklarasi Dukungan untuk Prabowo-Gibran Terus Mengalir, Kali ini dari Relawan PEKAT
Hilangkan Trauma Politik dan Dukung Wanita, Perempuan Tionghoa untuk Indonesia Maju Dukung Prabowo Gibran
Relawan Horas Bangso Batak Bertekad Menangkan Prabowo-Gibran dalam Pemilu Sekali Putaran
Habiburokhman: "Tolong Yakinkan Masyarakat yang Dukung Paslon Lain tapi Di Hatinya Ada Prabowo"
Prabowo-Gibran Diharapkan Bisa Perhatikan Nasib Seniman, Dapat Dukungan dari Relawan Cakra Satya 08