"Ketahuilah, ada empat bentuk politisasi bansos pada masa pemilu," ucap Elisabeth Kusrini.
Keempatnya adalah penyaluran data penerima, penyelewengan dana, penggunaan simbol atau atribut partai, dan upaya memengaruhi preferensi politik masyarakat penerima bansos.
Wawan Mas'udi menambahkan, bansos harus terus-menerus diingat sebagai kebijakan negara, bukan sebagai kebijakan personal.
“Atas alasan apapun, situasi pemilu ini tentu tidak sekritis saat kita menghadapi pandemi Covid-19. Jadi suara kritis terhadap bansos harus terus disuarakan, bahkan melampaui masa Pemilu nanti,” tutup Wawan Mas'udi.
Artikel Terkait
Antusias Warga Bandung sambut Prabowo di Bawah Hujan Lebat: "Satu Putaran Pak!"
Optimistis pada Masa Depan Indonesia, Prabowo: "Kami akan Lanjutkan Semua yang Sudah Dirintis"
Peneliti, Ketahuilah, ada 4 Bentuk Politisasi Bansos
Mantan Istri Ahok, Veronica Tan: "Kita Tidak Memilih 'Malaikat' Tanpa Dosa"
Data: Gen Z Pengangguran di Indonesia Terbanyak di Asia Tenggara
Lowongan Kerja Assistant Security Manager, Commercial di British American Tobacco/BAT Indonesia
Sorban NU Sebut Program Makan Siang dan Susu Gratis Sangat Mengena bagi Warga Nahdliyin
Politisasi Bansos Dimulai dari Sumber Data yang Berbeda
Kampanye Akbar di Bandung, Prabowo Berpesan Agar Warga Tidak Saling Mengadu Domba
Film Action "Bonnie" Melibatkan 1200 Ahli Bela Diri untuk Adegan-adegan Street Fight-nya