PejuangKantoran.com - Pasca pandemi, terjadi gelombang perjalanan para wisatawan ke negara-negara di Eropa Selatan, seperti Italia, Spanyol, Yunani, Portugal, bahkan negara kecil seperti Andorra.
Namun, perhatian para pengelana sepertinya kini bergeser ke negara-negara Asia Timur khususnya Jepang. Sebanyak 25 juta wisatawan masuk ke Jepang tahun lalu, jumlah terbesar sejak tahun 2019.
Baca Juga: Alasan Komeng Pakai Foto Konyol di Surat Suara Pemilu 2024: Biar Beda
Bulan Desember saja, rekor perjalanan orang Amerika ke Jepang terpecahkan ketika orang Amerika yang bepergian ke negara tersebut menjadi 26,8% lebih banyak dibandingkan Desember 2019.
Minat orang untuk bekerja secara remote di Jepang juga meningkat, sehingga pemerintah Jepang berencana untuk mulai menawarkan visa digital nomad selama enam bulan pada akhir Maret 2024.
Peluncuran visa digital nomad ini juga menjadi upaya untuk mendorong pariwisata kembali ke negara tersebut setelah pandemi covid-19.
Visa digital nomad ini membantu memfasilitasi masa tinggal jangka panjang sekaligus meraup kontribusi ekonomi dari jutaan pekerja jarak jauh di dunia.
Baca Juga: Lelaki di Dunia Barat Mulai Langgar Tradisi, Ikuti Tunangannya, Pakai Cincin Tunangan
Penghasilan Rp 1 miliar
Jepang memang menawarkan segalanya, dari pemandangan alam yang menakjubkan dan kesenian di Laut Pedalaman Seto, hingga kehidupan malam perkotaan dan pemandangan kuliner di Tokyo.
Visa hanya menjadi satu lagi alasan bagi para pelancong dan ekspatriat untuk memasukkan Jepang ke dalam daftar kunjungan mereka.
Namun tidak sembarang orang bisa mendapatkan visa bagi nomaden digital ini. Badan Layanan Imigrasi Jepang menetapkan, untuk mendapatkan visa ini para nomaden digital harus memiliki penghasilan tahunan sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp 1 miliar.
Baca Juga: Hasil Quick Count Tunjukkan Prabowo-Gibran Unggul, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3
Nomaden digital yang bekerja sendiri juga bisa mendaftar, tetapi mereka harus memiliki asuransi kesehatan pribadi.
Visa ini akan ditawarkan kepada pengunjung dari 49 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Singapura.
Artikel Terkait
Tiba Pukul 11.00 di TPS 34 Manahan Solo, Apa Alasan Gibran Nyoblos Siang Hari?
Sambil Menunggu Hasil Quick Count, Prabowo Berenang Santai di Kediaman Pribadinya
Kemenkes Siapkan Layanan Gangguan Kejiwaan untuk Caleg Gagal yang Depresi
Prabowo Sampaikan Terima Kasih pada Awak Media yang Setia Meliputnya Selama Kampanye Prabowo-Gibran
Unggul di Quick Count Prabowo Gibran Bersyukur: Kita Tidak Boleh Sombong
Prabowo Gibran Unggul di Quick Count: Kampaye Telah Selesai, Kita Harus Bersatu Kembali
UNDP Buka Lowongan Kerja Project Clerk, Lulusan SMA Bisa Ikut Melamar!