Depopulasi, Ancaman bagi Generasi Z Pekerja yang Kian Kentara

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Rabu, 28 Februari 2024 | 07:30 WIB
Cara Gen Z Mendapat Penghasilan Tambahan (pinterest)
Cara Gen Z Mendapat Penghasilan Tambahan (pinterest)

PejuangKantoran.com - Depopulasi, perlahan dan pasti menjadi ancaman bagi Generasi Z pekerja yang kian kentara.

Depopulasi, melalui pemahaman sederhana adalah kondisi menurunnya angka pertumbuhan penduduk lantaran minimnya angka perkawinan dan angka kelahiran atau natalitas.

Depopulasi bisa menjadi tolok ukur yang bisa diterapkan, lazimnya pada suatu negara.

Sementara itu, Generasi Z atau Gen Z adalah generasi yang lahir dalam kurun waktu antara 1997 sampai dengan 2022.

Generasi Z pada usia itu di berbagai negara, termasuk di Jepang, seturut hasil reportase japantoday.com edisi 27 Februari 2024, adalah angkatan kerja muda.

Angkatan kerja muda biasanya baru menapaki karier selepas Generasi Z atau Gen Z menamatkan pendidikan tinggi.

Apabila diukur dari usia, Generasi Z tertua berumur 27 tahun.

Sudah barang tentu pula, angkatan kerja pada usia ini masuk dalam lingkup angkatan kerja yang masih sangat produktif.

Akan tetapi, riset termutakhir yang meneliti Generasi Z di Jepang sepanjang 2023 menunjukkan bahwa Generasi Z di negeri itu lebih banyak memilih untuk tidak menikah.

"Alhasil, Jepang mengalami makin sedikitnya pertumbuhsn jumlah angka kelahiran," kata riset itu.

Depopulasi

Riset paling anyar di Jepang dalam masa 2023 itu menyebut bahwa angka kelahiran di Jepang turun 5,1 persen menuju 758.631 kelahiran jika dibandingkan pada 2022.

Sementara, pertumbuhan angka perkawinan dengan perbandingan pada 2022 dan 2023 di Jepang, turun 5,9 persen menjadi 489.281 perkawinan.

"Penurunan pertumbuhan angka perkawinan di bawah 500 ribu ini adalah kali pertama lagi terjadi sejak 90 tahun silam," tutur riset itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X