Menurunnya pertumbuhan jumlah angka kelahiran adalah kondisi kritis di Jepang, khususnya.
"Kondisi itu berpengaruh hingga 2030," kata riset itu.
Depopulasi seperti itu secara langsung memang berdampak pada penurunan jumlah angka angkatan kerja.
Makin minimnya jumlah angkatan kerja di suatu negara berdampak pada melambatnya pergerakan roda perekonomian.
Alhasil, pada fakta yang terjadi di Jepang, rekrutmen pekerja asing di Jepang makin melimpah.
Para pekerja asing akan melakukan berbagai pekerjaan yang tak bisa tertangani angkatan kerja muda Jepang.
Jika tidak tertata dengan baik, kondisi depopulasi akan masalah baru di berbagai bidang, tak hanya ekonomi.
Pada 2070, jumlah penduduk atau populasi di Jepang diperkirakan hanya 87 juta jiwa.
Dari jumlah itu 4 dari 10 populasi Jepang adalah penduduk berusia 65 tahun atau lebih tua.
Dominasi jumlah penduduk usia tua alias 65 tahun atau lebih ketimbang penduduk usia produktif, diprediksi, bakal menjadi bom waktu di Jepang.
Artikel Terkait
Raja Charles III dan 7000 Kiriman Kartu Ucapan
Kartu Ucapan Bergambar Anjing untuk Raja Charles III
Sepakat, 2025 Waktunya Pejuang Kantoran Tingkatkan Skill Bekerja
Dua Tambahan Kemampuan Kerja Ini Bisa Jadi Nilai Tambah Generasi Z Pekerja
Pekerja Kantoran Wajib Punya Keterampilan Mengelola Utang Pribadi
Utang Produktif, Pilihan Mencari Tambahan Uang dari Pengelolaan Utang untuk Pekerja Kantoran
Generasi Z Jadi Mayoritas Penduduk Pengangguran di Indonesia
2030, AI Jadi Ancaman Perempuan Pekerja di Amerika Serikat
Utang Konsumtif Pejuang Kantoran Dekat dengan Gaya Hidup
Akhirnya, Komika Agak Laen Penuhi Janji Jadi Manusia Silver
Tren Generasi Z Jadi Pekerja Lepas Meningkat, Seperti Ini Cirinya
Skin Booster Makin Digemari untuk Mengatasi Masalah Kulit karena Efeknya Lebih Cepat
Wakil Ketua MPR Kritik Rencana Menteri Agama Jadikan KUA Tempat Mencatat Pernikahan Semua Agama