Nyepi Hanya Diperingati di Bali, Umat Hindu di India Memperingati Tahun Baru Saka dengan Meriah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 Maret 2024 | 14:00 WIB
Umat Hindu di Bali harus melakukan refleksi dan pemurnian diri pada Hari Raya Nyepi.  (Unsplash/Polina Kuzovkova)
Umat Hindu di Bali harus melakukan refleksi dan pemurnian diri pada Hari Raya Nyepi. (Unsplash/Polina Kuzovkova)

Sedangkan menurut Kalender Hindu, Tahun Baru dimulai pada Pratipada Tithi Shukla Paksha di bulan Chaitra. Tahun Baru Hindu diperingati karena menurut Brahma Purana, penciptaan terjadi pada hari Pratipada Shukla Paksha di bulan Chaitra.

Tahun Baru Chaitra menandai awal dari harapan baru, rencana, awal baru, tahun finansial baru. Orang-orang berdoa kepada Dewi Durga, Dewi Laxmi dan Lord Kuber, selama bulan Chaitra (21 Maret – 20 April 2024).

Baca Juga: Walau Taylor Swift Hanya Konser di Singapura, Indonesia Tetap Kecipratan Cuan

Setiap negara bagian di India mengikuti ritual dan tradisinya masing-masing saat merayakan Tahun Baru Chaitra. Orang-orang mendekorasi rumah dan jalanan mereka, membuat rangoli, serta menyiapkan berbagai jenis hidangan.

Mereka juga mengenakan pakaian baru dan mengunjungi berbagai tempat suci untuk mengawali tahun ini dengan baik dan mencari berkah dari kekuatan tertinggi.

Umat Hindu India meyakini hal-hal baik akan terjadi, namun di sisi lain tahun ini akan membawa perjuangan bagi orang-orang yang telah melakukan kesalahan secara sadar atau tidak sadar.

Secara astrologi, Saturnus adalah planet yang berkuasa tahun ini, dan Saturnus adalah planet Karma dan Keadilan. Oleh karena itu tahun ini diyakini akan memberikan imbalan bagi yang telah bekerja keras dalam setiap aspek kehidupan.

Baca Juga: Simulasi Nyeri Menstruasi, Karyawan Pria di Jepang Kesakitan: Sungguh Menakjubkan Perempuan Bisa Menahan Sakit Itu!

Masyarakat disarankan untuk terlibat dalam kegiatan spiritual dan keagamaan untuk menghilangkan dampak buruk Saturnus. Untuk itu, mereka diminta tidak menghina siapa pun yang posisinya berada di bawah, seperti pekerja, pekerja rumah tangga, atau orang miskin dan membutuhkan.

Mereka harus mengikuti jalan kebenaran dan membuang kebiasaan buruk dalam hidup, dan menciptakan disiplin dalam hidup yang penting.

Sebab, Saturnus atau Lord Shani juga diyakini sebagai hakim yang menilai setiap orang dengan tegas dan memberikan pelajaran yang benar kepada semua orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Times of India, byjus.com, Bali Lost Adventure

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X