Bahkan di Amerika, Perempuan Harus Mengalah untuk Bekerja dari Rumah dan Tertinggal Karirnya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 April 2024 | 10:28 WIB
Ilustrasi: Diberi fleksibilitas untuk bekerja dari rumah, tetapi karir perempuan jadi tertinggal dari laki-laki. (Freepik)
Ilustrasi: Diberi fleksibilitas untuk bekerja dari rumah, tetapi karir perempuan jadi tertinggal dari laki-laki. (Freepik)

PejuangKantoran.comUniversity of Warsaw, Polandia, belum lama ini mensurvei 937 manajer di Inggris.

Peneliti ingin mengetahui, jika manajer dihadapkan pada karyawan yang memilih bekerja dari rumah atau bekerja di kantor, mana yang lebih mungkin menerima kenaikan jabatan dan kenaikan gaji?

Baca Juga: Peluang Karyawan Pria yang Pilih WFH untuk Naik Jabatan Berkurang 11 Persen daripada yang WFO

Hasilnya, jika bekerja dari rumah, kemungkinan pria untuk mendapatkan kenaikan jabatan 15% lebih kecil daripada wanita (7%).

Peluang pria untuk naik gaji juga 10% lebih rendah dibandingkan rekan kerjanya yang memilih work from office (WFO).

Sedangkan pada wanita, kemungkinan untuk naik gaji 7% lebih kecil dibandingkan karyawan wanita yang tetap bekerja di kantor.

Angka-angka tersebut sepintas memberi kesan karyawan wanita lebih beruntung daripada karyawan pria.

Baca Juga: Ini 3 Cara Biar Kamu Nggak Bosan Waktu Perjalanan Mudik Jelang Idulfitri

Namun, temuan tersebut mungkin mengingatkan pada persepsi kuno bahwa perempuan diberi lebih banyak fleksibilitas oleh atasan karena peran tradisional mereka sebagai pengasuh keluarga.

Keputusan ini dulu menciptakan "hukuman keibuan" (motherhood penalty) sebagai konsekuensi dari fleksibilitas tersebut, yang sering kali membuat perempuan tertinggal dari laki-laki dalam jenjang karir di perusahaan.

Selama pandemi COVID-19, sekitar 1,8 juta wanita keluar dari dunia kerja karena masalah pengasuhan anak, saat sekolah dan tempat penitipan anak ditutup di seluruh negeri.

Meskipun lapangan kerja sudah pulih seiring meredanya pandemi, dan anak-anak sudah masuk sekolah lagi, mendapatkan daycare yang terjangkau di AS masih menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua.

Baca Juga: Stres karena Kerja Terlalu Keras dan Kesepian, Warga Korsel Pilih Pelihara dan Ngobrol dengan Batu

Lalu bagaimana menentukan siapa di antara orangtua -pria dan wanita- yang harus bekerja di rumah atau bekerja di kantor?

Saat ini, sebagian besar orang Amerika besaran gaji lah yang bisa jadi penentu siapa yang sebaiknya WFH dan WFO.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X