Bahkan di Amerika, Perempuan Harus Mengalah untuk Bekerja dari Rumah dan Tertinggal Karirnya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 April 2024 | 10:28 WIB
Ilustrasi: Diberi fleksibilitas untuk bekerja dari rumah, tetapi karir perempuan jadi tertinggal dari laki-laki. (Freepik)
Ilustrasi: Diberi fleksibilitas untuk bekerja dari rumah, tetapi karir perempuan jadi tertinggal dari laki-laki. (Freepik)

Lebih dari separuh responden (55% dari 2.000 orang dewasa di Amerika) yang disurvei The Harris Poll mengatakan, seharusnya orangtua yang berpenghasilan lebih rendah yang menjadi orangtua yang tinggal di rumah.

Hal ini sebenarnya lebih rumit dari sekadar keuangan. Meskipun pola pikir orang Amerika tentang norma gender telah berkembang pesat, wanita masih menjadi pihak yang paling sering mundur dari karir ketika mereka menjadi orangtua.

Baca Juga: Sebelum Mudik, Cek Dulu Kondisi Ban Mobil Agar Tak Celaka di Jalan

Fleksibilitas yang ditambahkan sejak dimulainya pandemi memang membantu kaum perempuan, terutama ibu bekerja, untuk menyeimbangkan pekerjaan mereka dengan kehidupan keluarga dengan cara yang lebih efektif.

Namun kemajuan tersebut terancam karena selepas pandemi semakin banyak atasan yang memerintahkan staf kembali ke kantor, bahkan hingga lima hari dalam seminggu yang artinya full WFO.

Sementara itu, laki-laki sepertinya masih enggan untuk sepenuhnya membalikkan norma-norma gender yang sudah ada sejak dulu.

Studi dari Center for Global Development menemukan bahwa rata-rata perempuan mengambil 173 jam tambahan untuk mengasuh anak selama puncak Covid-19 pada tahun 2020, sementara laki-laki mengambil sepertiga lebih sedikit.

Baca Juga: Siap Tayang Hari Kedua Lebaran, Siksa Kubur Ternyata Dikembangkan dari Film Pendek Grave Torture

Meskipun angka tersebut mungkin telah bergeser karena lebih banyak ayah yang memilih bekerja dari rumah, tidak banyak yang memutuskan untuk menjadi ayah yang tinggal di rumah (stay at home dad).

Persentase 1% pria AS yang mengidentifikasi dirinya sebagai stay at home dad pada tahun 2022 adalah angka yang sama selama 18 tahun berturut-turut, yang menunjukkan bahwa tidak ada revolusi apa pun sejak pandemi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X