PejuangKantoran.com - Di saat banyak perusahaan berlomba-lomba untuk mempersingkat hari kerja, atau mengatur agar karyawan bisa bekerja dari rumah atau dari mana saja, Samsung Group justru meminta bos-bosnya untuk bekerja lebih lama.
Perusahaan yang berkantor pusat di Distrik Yeongtong, Suwon, Korea Selatan, ini menugaskan para eksekutif di seluruh divisinya untuk bekerja enam hari dalam seminggu.
Pengaturan ini berlaku tidak lama lagi, bahkan beberapa di antara para eksekutif akan memulainya awal minggu ini, demikian menurut laporan dari The Korea Economic Daily.
Baca Juga: Masih Ada Waktu! Beasiswa S2 Luar Negeri Kominfo 2024 Ke India, Belanda, Inggris, dan Perancis
Langkah mendadak ini terpaksa ditempuh lantaran raksasa bisnis Korea Selatan itu menghadapi tantangan bisnis, termasuk kenaikan harga minyak, biaya pinjaman yang tinggi, dan penyusutan mata uang won Korea Selatan.
Situasi perusahaan bahkan digambarkan dalam “mode darurat.”
“Mengingat kinerja unit-unit utama kami, termasuk Samsung Electronics Co., jauh di bawah ekspektasi pada tahun 2023, kami memperkenalkan enam hari kerja dalam seminggu bagi para eksekutif.
“Hal ini untuk menanamkan kesadaran akan krisis dan melakukan upaya maksimal untuk mengatasi krisis ini, " kata seorang eksekutif Samsung Group.
Jadwal baru tersebut akan segera diberlakukan di sebagian besar divisi teknologi Samsung, dan cabang bisnis jasa keuangannya diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat.
Baca Juga: Pilihan Universitas/Program Studi dan Mekanisme Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo ke India dan Inggris
Beberapa eksekutif di divisi lain telah bekerja enam hari dalam seminggu secara sukarela sejak awal tahun ini. Para eksekutif Samsung Electronics bisa memilih apakah akan masuk hari Sabtu atau Minggu.
Adapun karyawan di bawah level eksekutif akan tetap bekerja selama lima hari dalam seminggu.
Meskipun mengumumkan bahwa perusahaan sedang berjuang untuk bangkit dari kinerja tahun 2023, IDC melaporkan bahwa Samsung merebut kembali posisi teratas untuk pengiriman ponsel pintar global pada kuartal pertama 2024.
Posisi tersebut sempat dikalahkan oleh Apple pada kuartal terakhir tahun 2023.
Saat ini belum ada laporan mengenai pendapatan Samsung untuk kuartal pertama tahun 2024, karena baru akan diumumkan pada tanggal 30 April.
Mengenai hasil pendapatan terbarunya, Samsung optimistis permintaan ponsel pintar pada tahun 2024 akan kembali pulih. Perusahaan diharapkan mendapat manfaat dari kenaikan harga semikonduktor.
Artikel Terkait
Ini 15 Perusahaan Terbaik Versi LinkedIn: Bidang Perbankan dan Keuangan Bisa Bantu Kamu Kembangkan Karier
Ditjen Imigrasi Resmi Umumkan Paspor Indonesia Ganti Warna pada Hari Kemerdekaan Ke-79
3 Alasan Karyawan Merasa Uang Habis Setelah Gajian, Akibat Kebiasaan "Mentang-mentang Habis Gajian"
Mengapa Angga Yunanda Menggelapkan Kulit dan Keanu AGL Banyak Improv di Dua Hati Biru?
Bertahap, ASN Pindah Ke IKN Usai HUT Kemerdekaan RI Setelah Lolos Syarat Kompetensi sesuai Jabatan
Pantesan Banyak yang Minat Dimutasi, ASN Dapat Apartemen di IKN termasuk Biaya Pengepakannya
Pejuang Kantoran Singapura Boleh WFH-WFA Mulai 1 Desember 2024