Banyak yang mempertanyakan keputusan Dropbox untuk menerapkan 90% virtual, terutama ketika pesaing seperti Google masih menawarkan fasilitas kantor yang rumit kepada karyawannya.
Namun Houston mengatakan orang-orang lebih menghargai fleksibilitas daripada keharusan bekerja di kantor meskipun dengan iming-iming makanan ringan yang selalu tersedia.
Baca Juga: PT KAI Buka 21 Posisi Lowongan Kerja untuk S1, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
“Di rumah, Anda bisa mengatur lingkungan kerja Anda persis seperti yang Anda inginkan, dan tidak hanya memiliki makanan ringan tetapi juga (bermain dengan) anjing Anda, dan sesuatu yang dibuat khusus untuk Anda,” tambah pria yang mendirikan Dropbox di usia 24 ini.
Langkah ini pada akhirnya bagus untuk merekrut talenta. Houston mengatakan, 75% karyawannya dulu bekerja di pusat teknologi besar. Namun sekarang, jumlahnya sekitar 50%.
"Itu berarti kita mempunyai orang-orang hebat di tempat-tempat seperti ini, yang belum pernah bergabung dengan Dropbox di semua tingkatan," kata Houston.
Di tempat-tempat seperti Boston, LA, dan Chicago, dari yang semula tidak seorang pun bekerja di sana kini menjadi ada sekitar 100 atau ratusan di semua tempat itu.
Baca Juga: 3 Kampus di Prancis dengan Program Studi AI dan IoT Systems, Mitra Beasiswa S2 Kominfo 2024
Model virtual 90% juga menghindari pilihan terburuk untuk berkompromi mengenai hybrid dua atau tiga hari. Masalah dengan sistem hybrid adalah karyawan terikat pada ruang kantor terdekat.
“Itu berarti mereka tidak bisa tinggal di luar jarak perjalanan, dan mereka masih menghabiskan banyak waktu saat transit, yang merupakan waktu yang benar-benar mati,” tambah lulusan Massachusetts Institute of Technology ini.
Houston mengatakan pasar akan mengungkapkan apakah kembali ke kantor adalah cara terbaik untuk mendapatkan talenta hebat. Namun menurutnya, bukan itu yang terjadi.
Artikel Terkait
Bertahap, ASN Pindah Ke IKN Usai HUT Kemerdekaan RI Setelah Lolos Syarat Kompetensi sesuai Jabatan
Pantesan Banyak yang Minat Dimutasi, ASN Dapat Apartemen di IKN termasuk Biaya Pengepakannya
Pejuang Kantoran Singapura Boleh WFH-WFA Mulai 1 Desember 2024
Masih Ada Waktu! Beasiswa S2 Luar Negeri Kominfo 2024 Ke India, Belanda, Inggris, dan Perancis
Pilihan Universitas/Program Studi dan Mekanisme Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo ke India dan Inggris
Beasiswa S2 Kominfo 2024 ke Belanda Tawarkan 5 Program Studi di University of Twente, Enschede
Samsung Tugaskan Bos-bos Bekerja 6 Hari Seminggu akibat Penjualan Kuartal Akhir 2023 Menurun