CEO Dropbox Bilang, Karyawan Lebih Suka Bekerja Remote daripada Diberi Fasilitas Kantor yang Nyaman

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 20 April 2024 | 15:57 WIB
CEO Dropbox, Drew Houston, mengatakan bahwa bekerja secara remote lebih efektif daripada bekerja di kantor.  (Meta)
CEO Dropbox, Drew Houston, mengatakan bahwa bekerja secara remote lebih efektif daripada bekerja di kantor. (Meta)

PejuangKantoran.com - Banyak perusahaan yang sekarang berusaha memanjakan karyawannya dengan berbagai fasilitas di kantor. Dari makan siang dan kopi yang tersedia gratis di kantor, stok mi instan yang bisa dimasak kapan saja, hingga sofa dan bean bag yang membuat karyawan lebih nyaman bekerja.

Namun, terkadang hal ini tidak sesuai dengan apa yang diinginkan karyawan. Drew Houston, salah satu pendiri dan CEO Dropbox, mengatakan bahwa dia memandang karyawannya seperti pelanggan.

Baca Juga: Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?

Artinya, ia memberikan apa yang mereka inginkan —yang pasti bukan bekerja tatap muka.

“Kami akan mendukung apapun cara mereka untuk berkumpul,” kata Houston. “Tetapi kami mendapati bahwa bekerja remote dan hal-hal seperti itu seringkali jauh lebih efektif daripada meminta orang untuk pulang-pergi (ke kantor).”

Menurutnya, salah jika pemimpin perusahaan memaksa karyawannya kembali ke kantor atau menerapkan sistem hybrid, termasuk perusahaan raksasa seperti Google, Apple, dan Amazon.

Mereka terus meminta karyawan untuk bekerja seperti pada tahun 2019 -masa sebelum pandemi- tetapi cara itu tidak berhasil.

Baca Juga: KPU Umumkan Jadwal Seleksi Terbuka Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jakarta

“Kemudian mereka berusaha lebih keras, sampai kemudian terjadi hubungan yang sangat toxic (dengan karyawan),” serunya.

CEO berusia 41 tahun itu mengungkapkan, dulu atasan mudah saja meminta orang berangkat ke kantor. Sebab, dulu memang tidak ada pilihan untuk menerapkan jam kerja yang fleksibel. Hal ini yang tidak disadari para CEO saat ini.

Dropbox menerapkan model "virtual first" pada April 2020 berdasarkan studi terhadap perusahaan-perusahaan yang mengutamakan bekerja jarak jauh.

Dropbox kini memiliki sekitar 2.600 karyawan dan 90%-nya bekerja jarak jauh. Lalu 10% sisanya melakukan program tatap muka dan memberikan ruang bagi karyawan untuk mengatur diri sendiri di hub.

Baca Juga: Sukses Produseri Film Horor Lampir, Ini Alasan Gandhi Fernando Ingin Tetap Garap Genre Beragam

Di San Francisco, Dropbox mengubah kantornya menjadi studio, semacam ruang kolaboratif yang dirancang untuk hubungan antarmanusia. Houston mengatakan pemanfaatan ruang-ruang ini masih rendah.

Transisi ke virtual berarti menyingkirkan budaya tatap muka yang sangat dinamis yang pernah dimiliki Dropbox sebelumnya. Perusahaan itu memiliki kantor mewah dengan koki bintang Michelin, bar kopi lengkap, studio karaoke, dan gym mirip Equinox.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X