23% Anak Keluarga Ultra Kaya Tidak Tahu Kekayaan Orangtua karena Tidak Disiapkan untuk Mengelolanya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 30 April 2024 | 20:44 WIB
Ilustrasi: Menurut survei dari JPMorgan, 29% dari keluarga ultra kaya tidak memiliki pendekatan terstruktur untuk membantu generasi penerus mereka.  (Freepik/Fxquadro)
Ilustrasi: Menurut survei dari JPMorgan, 29% dari keluarga ultra kaya tidak memiliki pendekatan terstruktur untuk membantu generasi penerus mereka. (Freepik/Fxquadro)

Dalam hal operasional, kantor keluarga berfokus pada pengelolaan biaya, serta merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.

Rata-rata kantor keluarga membutuhkan biaya US$3,2 juta per tahun untuk beroperasi.

Baca Juga: Queen of Tears Tamat dan Happy Ending, Kim Ji Won Ungkap Adegan Paling Berkesan Buatnya

Kantor keluarga besar dengan aset di bawah pengawasan (Assets Under Supervision/AUS) sebesar US$1 miliar atau lebih membutuhkan biaya US$6,1 juta per tahun untuk tetap beroperasi.

Dalam hal investasi, kantor keluarga mendiversifikasi portofolio mereka karena hampir 80% bekerja sama dengan penasihat investasi eksternal.

Sekitar 40% dari kantor keluarga kecil dan menengah dengan aset antara US$50 juta dan US$999 juta mengalihdayakan manajemen investasi sampai batas tertentu.

Hampir 50% dari portofolio berinvestasi pada alternatif yang menargetkan imbal hasil 11% dengan mayoritas (86%) dialokasikan pada ekuitas swasta. Sedangkan infrastruktur adalah yang paling tidak disukai (9%).

Baca Juga: Lowongan Kerja Sebagai Trainee BAP Internal Audit Bank Permata, Buat Kamu yang Mau Rintis Karier Sebagai Auditor

Meskipun mereka mempekerjakan tim investasi yang kuat, pengambil keputusan utama biasanya adalah satu anggota keluarga untuk setengah dari responden.

Hal ini lebih terlihat pada kantor keluarga di Amerika Serikat (56%) dibandingkan dengan kantor keluarga di luar negeri (26%), demikian hasil survei JP Morgan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider, Financialstandard.com.au, Jpmorgan.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X