PejuangKantoran.com - Keluarga-keluarga kaya di seluruh dunia ternyata masih sangat prihatin bagaimana menyiapkan anak-anak mereka untuk mengelola warisan, tapi tak banyak yang melakukan tindakan apapun untuk itu.
Menurut survei dari JPMorgan, 69% keluarga ultra kaya dengan kekayaan bersih gabungan sebesar US$1,4 miliar dalam laporan perdana Global Family Office 2024 dari J.P. Morgan Private Bank, menyebut rencana suksesi sebagai prioritas utama.
Namun, 29% dari mereka yang disurvei tidak memiliki pendekatan terstruktur untuk membantu generasi penerus mereka.
Baca Juga: Cara Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Rekan Kerja Saat Resign dan Contoh Kata-kata Perpisahan
Lebih parah lagi, 23% dari keluarga ultra kaya tersebut menyembunyikan kekayaan mereka dari anggota keluarga yang lebih muda.
Dari 190 kantor keluarga global yang disurvei, di mana 144 di antaranya berbasis di AS, sekitar 40% menginginkan agar warisan kewirausahaan keluarga dapat terus berlanjut.
Namun, hanya dua pertiga yang memiliki struktur tata kelola yang tepat untuk memfasilitasi rencana suksesi.
Sekadar informasi, Private Bank terutama melayani individu-individu dengan kekayaan bersih yang tinggi, dan memberikan solusi khusus melalui organisasi mapan seperti bank investasi dan swasta.
Sedangkan yang disebut kantor keluarga adalah perusahaan khusus yang dibentuk untuk menargetkan keluarga dengan kekayaan bersih sangat tinggi, yang menuntut tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dalam mengelola keuangan mereka.
Kegiatan filantropi
Strategi yang digunakan oleh kantor keluarga untuk mempersiapkan generasi penerus berbeda-beda, karena definisi "warisan" juga berbeda-beda.
Baca Juga: Jika Postinganmu Viral di Threads, Meta Janji akan Memberikan Bonus Ribuan Dollar
Umumnya mereka meninggalkan warisan keuangan untuk keluarga; melanjutkan bisnis keluarga (jika ada); dampak dari kegiatan filantropi, sosial, dan lingkungan yang mereka lakukan; dan kedudukan atau warisan di masyarakat.
"Di Amerika Serikat, para responden menyatakan bahwa filantropi adalah metode utama untuk melibatkan generasi penerus, dan sepertiganya juga membutuhkan pengalaman profesional eksternal," demikian paparan hasil survei JP Morgan.
"Secara internasional, kantor keluarga menyatakan bahwa keterlibatan dalam bisnis keluarga merupakan hal yang paling umum, sering kali digabungkan dengan pengalaman kerja eksternal dan modal untuk usaha kewirausahaan."
Artikel Terkait
Contoh Jawaban Humble Bragging yang Bagus untuk Merespons “Apa Kelemahanmu” saat Wawancara Kerja
Bank of Singapore Pecat Karyawan yang Memakai Tunjangan Kesehatan untuk Membeli Skincare
Jalan Ninjaku: 4 Cara agar Terlihat Cerdas tanpa Perlu Mengucapkan Sepatah Kata Pun
Agar New York Lebih Otentik di The Architecture of Love, Teddy Soeriaatmadja Hindari Spot-spot Turis
Penerbangan Air Japan dari Dallas Ke Tokyo Dibatalkan Karena Pilot Kelewat Mabuk Sehabis Party
Demi Tingkatkan Literasi Keuangan, BankJatim dan Bank Banten Jajaki Pembentukan Kelompok Usaha Bank
Lowongan Kerja IT Core Banking (Full Stack Developer) di PT Bank KEB Hana Indonesia