Bekerja di Kantor Menjadi Batu Loncatan bagi Karyawan Pria agar Karir Lebih Cepat Naik

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 2 Mei 2024 | 19:36 WIB
Ilustrasi: Karyawan pria merasakan lebih banyak manfaat dengan bekerja di kantor dibandingkan karyawan perempuan. (Freepik)
Ilustrasi: Karyawan pria merasakan lebih banyak manfaat dengan bekerja di kantor dibandingkan karyawan perempuan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Pengalaman bekerja dari rumah selama pandemi membuat sebagian orang merasa enggan untuk kembali ke kantor saat ini.

Padahal, meskipun harus mengarungi kemacetan setiap hari, sebenarnya ada keuntungan lain dengan kembali bekerja di kantor.

Dari hasil survei terhadap 1.000 pekerja, American Management Association (AMA) mengungkapkan bahwa karyawan dari semua tingkatan, usia, dan gender lebih memilih sistem kerja hybrid.

Baca Juga: Ternyata, Sekarang Perawat Bukan Disapa Suster melainkan Ners (Yang Baru Tahu Kumpul Sini!)

Sebanyak sepertiga karyawan masuk kantor lima hari seminggu, sepertiga lainnya masuk kantor tiga atau empat hari seminggu, dan sepertiga terakhir hanya ke kantor dua hari atau kurang dalam seminggu. 

Sebagian besar karyawan mengatakan, sistem kerja hybrid membantu mereka menyeimbangkan tugas profesional dengan komitmen pribadi (79%) dan meningkatkan kualitas hidup (73%).

Namun, kesenjangan gender yang mengkhawatirkan muncul. Karyawan pria merasakan lebih banyak manfaat dengan bekerja di kantor dibandingkan rekan perempuan mereka.

“Perempuan menyebutkan manfaat gaya hidup yang lebih besar dengan sistem kerja hybrid, karena membantu mereka tetap berada pada jalur yang benar selama tahun-tahun pertengahan karir mereka yang sibuk.

“Sedangkan laki-laki percaya bahwa mereka maju dengan bekerja di kantor,” tulis para peneliti mengenai kesenjangan gender tersebut.

Karyawan laki-laki di awal karir umumnya merasa bahwa bekerja di kantor mendorong pertumbuhan profesional mereka, di mana 52% merasa peluang mereka untuk dibina dan dikembangkan meningkat, dibandingkan dengan hanya 30% perempuan di kelompok usia yang sama.

Baca Juga: Kabar Terbaru Celine Dion Soal Stiff Person Syndrome yang Dideritanya: Saya Belum Bisa Mengalahkan Penyakit Ini

Peneliti AMA menguraikan dua penafsiran berbeda mengenai selisih 22% antar kedua gender tersebut. Ada kemungkinan, kaum perempuan tidak merasa perlu berada di kantor untuk maju. Namun, peneliti meragukan penjelasan ini.

“Dalam konteks bias sejarah, penafsiran yang lebih mungkin adalah bahwa perempuan muda tidak mendapatkan peluang kemajuan yang sama—baik di dalam atau di luar kantor,” para peneliti menyimpulkan.

Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa bekerja di kantor dapat menjadi “batu loncatan” bagi karyawan muda laki-laki, karena membantu mereka maju lebih cepat.

Dalam penelitian sebelumnya, terlihat bahwa kaum perempuan tertinggal dari laki-laki di awal karir mereka dan tidak pernah bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Apa yang terjadi?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X