PejuangKantoran.com - Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini adalah mempertahankan jumlah karyawan yang stabil, sekaligus menjalankan pengembangan karyawan yang sudah ada.
Untuk menjembatani kesenjangan bakat sambil mencapai kedua tujuan tersebut, sekarang perusahaan cenderung melakukan "quiet hiring" atau perekrutan secara diam-diam.
Quiet hiring dianggap sebagai alternatif yang strategis. Daripada terus-menerus memperluas tenaga kerja melalui perekrutan eksternal, perusahaan merasa lebih baik fokus meningkatkan keterampilan dan pelatihan ulang karyawan.
Baca Juga: Pandemi Berlalu, 65% Gen Z dan 72% Milenial Ingin Lebih Banyak Liburan Tahun 2024
Dengan cara ini, mereka tidak hanya mempertahankan jumlah karyawan yang stabil tetapi juga menumbuhkan budaya pembelajaran dan pertumbuhan berkelanjutan dalam organisasi.
Tidak seperti kata kunci lainnya, silent recruitment semacam ini tampaknya akan tetap ada. Tahun lalu, perusahaan riset global Gartner memasukkan quiet hiring sebagai salah satu prediksi tren tenaga kerja teratas untuk tahun 2023.
Memberdayakan karyawan yang ada
Setahun terakhir telah terjadi peningkatan taktik memecat dan mempekerjakan kembali, di mana banyak perusahaan –termasuk Google, TikTok, dan Grammarly– mengumumkan PHK karyawan, terutama untuk mengakomodasi talenta baru yang berketerampilan AI.
Gelombang PHK global ini membuat perusahaan harus menghadapi tantangan yang lebih besar: menyeimbangkan jumlah tenaga kerja sambil tetap berinvestasi pada pertumbuhan tim.
Di sinilah peningkatan keterampilan dibutuhkan, kata René Janssen, founder dan CEO Lepaya, perusahaan edtech dari Amsterdam. Tim manajemen menyadari potensi besar yang ada dalam sumber daya manusia yang ada.
Dengan berinvestasi pada inisiatif peningkatan keterampilan, perusahaan bisa memberdayakan karyawannya untuk memperoleh keterampilan baru, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menghadapi tantangan baru.
Baca Juga: Alasan Indonesia Tawarkan Kewarganegaraan Ganda untuk WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Quiet hiring juga mendorong budaya pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga mendorong karyawan untuk secara proaktif mencari dan mengejar peluang untuk berkembang.
Hal ini dilakukan dengan memberdayakan talenta yang ada, mendorong mereka untuk mengeksplorasi berbagai peran dan proyek dalam perusahaan, dan berinvestasi dalam pengembangan mereka.
Dengan mengambil langkah-langkah ini, tim manajemen dapat memitigasi kekurangan talenta, sekaligus mendorong loyalitas, kepuasan, dan retensi karyawan.
Artikel Terkait
5 Manfaat Personal Branding untuk Karir Kamu, Bukan Sekadar supaya Bisa Tampil Beda!
DailySocial PHK Seluruh Karyawan, dan Umumkan Perusahaan Riset dan Konsultasi Berbasis AI
Putri Rajwa Al Hussein dari Yordania, Arsitek Lulusan New York dan Sempat Bekerja di Los Angeles
Heboh "Pemangkasan" Jumlah Bandara Internasional di Indonesia, dari 34 Kini Tersisa 17!
6 Perilaku yang Harus Dihindari Agar Kamu Semakin Dikagumi Seiring Bertambahnya Usia
Flow State, Kondisi saat Kamu Benar-benar Fokus dan Produktif hingga Waktu Tak Terasa Berlalu
Apa Ciri-ciri Flow State, Momen di Mana Kamu Merasa Terhubung Sepenuhnya dengan Pekerjaan?