Hu Wei, seorang pekerja kantoran muda di Shanghai, mengatakan kepada kantor berita lokal Shangguan News pada bulan Februari lalu.
"Saya harus berangkat selambat-lambatnya pukul 8:10 pagi, kemudian naik dua jalur kereta bawah tanah setidaknya selama 45 menit untuk berangkat kerja. Kadang-kadang Aku bahkan membawakan sarapan ke kantor. Bagaimana aku bisa punya waktu untuk memilih pakaian yang bagus?"
Baca Juga: Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Meskipun orang-orang telah memberikan berbagai alasan untuk memilih pakaian seperti itu, tidak semua orang memahaminya. Beberapa pengguna media sosial menyebut tren pakaian kerja yang tidak rapi sebagai tren malas atau menyoroti kurangnya ambisi pekerja muda.
“Berpakaian dengan benar akan membantu meningkatkan prospek keuangan Anda…jika Anda berpakaian bersih dan cerdas untuk bekerja, kondisi mental Anda akan sama,” baca salah satu komentar di Weibo.
Artikel Terkait
Bekerja di Kantor Menjadi Batu Loncatan bagi Karyawan Pria agar Karir Lebih Cepat Naik
Hati-hati Pakai Pengharum Ruangan, Bisa Memicu Masalah Iritasi hingga Peradangan!
DailySocial PHK Seluruh Karyawan, dan Umumkan Perusahaan Riset dan Konsultasi Berbasis AI
Heboh "Pemangkasan" Jumlah Bandara Internasional di Indonesia, dari 34 Kini Tersisa 17!
Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Gen Global, Generasi Pekerja Terbaru yang Menyasar Fleksibilitas dan Gaji di Perusahaan Global
Alasan Indonesia Tawarkan Kewarganegaraan Ganda untuk WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Pandemi Berlalu, 65% Gen Z dan 72% Milenial Ingin Lebih Banyak Liburan Tahun 2024
Daripada Merekrut Karyawan Baru dari Luar, Perusahaan Lebih Suka Quiet Hiring dari Dalam
Sedih, Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup Imbas Perubahan Selera Konsumen: 'Selamat Tinggal Sepatu Bata'