Awalnya, usaha mereka ini hanya berbentuk bengkel kecil tradisional dan dijalankan satu orang saja. Namun lama kelamaan usahanya berkembang dan memiliki 10 orang pegawai.
Perusahaan ini berkembang di 1897 dengan menggunakan mesin modern tenaga uap dan menjadi perusahaan sepatu massal pertama di Eropa. Mesin ini berhasil meningkatkan jumlah produksi Bata dan pada 1899, toko Bata pertama dibuka di kota mereka.
Sekitar 6 tahun kemudian yaitu 1905 produksinya terus meningkat dan mencapai 2.200 pasang per hari. Jumlah yang fantastis ini membuat Bata menjadi produsen alas kaki terbesar Eropa masa itu.
Baca Juga: Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk ekspansi ke berbagai negara Eropa, Asia, dan Amerika pada 1930-an. Beberapa negara menggunakan nama perusahaan yang berbeda-beda, seperti Cali-Bata di Hindia-Belanda, Bataville di Perancis, Batanagar di India, Batatuba di Brasil, dan Batawa di Kanada.
Di 1938, Bata sudah memiliki 5.300 toko toko di lebih dari 30 negara, dan menjual 60 juta pasang sepatu per tahun.
Bukan cuma itu, sepatu buatan mereka pun juga dipakai oleh banyak atlet dan artis tenama. Sebut saja Earvin "Magic" Johnson, Kurt Cobain, John Goodman, dan Robin Williams.
Artikel Terkait
Hati-hati Pakai Pengharum Ruangan, Bisa Memicu Masalah Iritasi hingga Peradangan!
DailySocial PHK Seluruh Karyawan, dan Umumkan Perusahaan Riset dan Konsultasi Berbasis AI
Heboh "Pemangkasan" Jumlah Bandara Internasional di Indonesia, dari 34 Kini Tersisa 17!
Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?
Gen Global, Generasi Pekerja Terbaru yang Menyasar Fleksibilitas dan Gaji di Perusahaan Global
Alasan Indonesia Tawarkan Kewarganegaraan Ganda untuk WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Pandemi Berlalu, 65% Gen Z dan 72% Milenial Ingin Lebih Banyak Liburan Tahun 2024
Daripada Merekrut Karyawan Baru dari Luar, Perusahaan Lebih Suka Quiet Hiring dari Dalam
Sedih, Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup Imbas Perubahan Selera Konsumen: 'Selamat Tinggal Sepatu Bata'
Lagi Tren di China, Pejuang Kantoran Pakai OOTD Ugly Clothes Buat ke Kantor, Apa Alasannya?