Bette Nash, Pramugari American Airlines dengan Jam Terbang Terlama di Dunia, Meninggal Dunia

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 29 Mei 2024 | 15:53 WIB
Bette Nash, pramugari yang sudah bertugas selama 67 tahun di American Airlines, meninggal dunia. (Onemileatatime.com)
Bette Nash, pramugari yang sudah bertugas selama 67 tahun di American Airlines, meninggal dunia. (Onemileatatime.com)

PejuangKantoran.com - Profesi sebagai pramugari, atau flight attendant, identik dengan penampilan yang muda dan cantik. Hal ini bisa dilihat dari pramugari Singapore Airlines, Cathay Pacific, atau Emirates dan Etihad.

Namun usia muda tidak begitu penting bagi American Airlines. Maskapai yang didirikan pada tahun 1926 ini memiliki pramugari-pramugari senior yang mumpuni.

Salah satunya adalah Bette Nash, yang disebut sebagai pramugari terlama di dunia karena sudah bertugas selama  67 tahun.

Baca Juga: Qatar Airways Peringkat Pertama Maskapai Penerbangan Terbaik 2024, Adakah Maskapai Indonesia?

Namun American Airlines dan Asosiasi Pramugari Profesional belum lama ini mengumumkan, Bette Nash meninggal dunia pada Jumat (17/5/2024) dalam usia 88 tahun.

Bette meninggal dalam perawatan rumah sakit setelah diagnosis kanker payudara. Selama itu, ia tidak pernah pensiun secara resmi dari American Airlines.

Kami berduka atas meninggalnya Bette Nash, yang menghabiskan hampir tujuh dekade merawat pelanggan kami di udara dengan hangat.

"Dia memulainya pada tahun 1957 dan memegang Guinness World Record untuk pramugari terlama. Bette menginspirasi pramugari dari generasi ke generasi.

"Fly high, Bette. pic.twitter.com/XFTXyvsqFI”, demikian ungkapan dukacita dari akun X @AmericanAir tertanggal 25 Mei 2024.

Penumpang disabilitas

Bette Nash mengawali karirnya dengan menjadi awak kabin Eastern Airlines di usia 21 pada tahun 1957. Saat itu, Presiden AS adalah Dwight Eisenhower.

Baca Juga: Siap-siap, Cek Jadwal Pendaftaran CPNS 2024 Kapan Dibuka: Jangan Sampai Ketinggalan

Meskipun sebagai pramugari Bette bisa terbang ke rute mana pun di seluruh dunia, tetapi ia lebih suka bekerja di penerbangan American Shuttle dari DC ke Boston.

Hal itu dilakukannya agar dia bisa pulang ke rumah setiap malam untuk merawat putranya yang penyandang Down Syndrome dan ADHD.

Bette berencana hanya terbang selama beberapa tahun, tetapi siapa sangka ternyata ia masih terus setia melayani penumpang selama hampir tujuh dekade.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: NPR, CBS News, onemileatatime.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X