Pasar Lokal Kurang Minat, Startup Unicorn eFishery Ubah Strategi dan Mem-PHK Karyawan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 12:23 WIB
eFishery, yang telah mencapai status unicorn pada 2023, memberhentikan karyawan dalam jumlah yang tidak disebutkan. (eFishery.com)
eFishery, yang telah mencapai status unicorn pada 2023, memberhentikan karyawan dalam jumlah yang tidak disebutkan. (eFishery.com)

PejuangKantoran.com - Perusahaan startup lokal akuakultur, eFishery, memberhentikan karyawan yang tidak disebutkan jumlahnya. 

Vice President of Public Affairs eFishery, Muhammad Chairil, mengumumkan hal tersebut melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (27/7/2024).

"Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat matang berdasarkan restrukturisasi dan perubahan strategi bisnis perusahaan, dan eFishery memahami dampaknya terhadap para individu," demikian bunyi keterangan tertulis tersebut.

Baca Juga: Prabowo Ingin Menggelar Program Beasiswa dan Pelatihan Medis bagi Mahasiswa Indonesia di Rusia

Tidak diungkapkan berapa banyak karyawan yang terkena dampak PHK, karena perusahaan masih dalam proses mengkalkulasi angka-angkanya.

Perubahan strategi

eFishery, yang didirikan oleh Gibran Huzaifah di Bandung pada 2013, berupaya menyediakan pasar untuk pakan ikan dan udang serta pembiayaan bagi produsen.

Perusahaan ini juga berfungsi sebagai platform untuk penjualan produk ikan dan udang segar antarbisnis.

Di usia yang ke-10, eFishery telah mencapai status unicorn (perusahaan rintisan yang telah memiliki valuasi US$1 miliar atau lebih) lewat pendanaan Seri D US$ 200 juta pada Juli 2023 lalu.

Status tersebut menjadikan eFishery sebagai perusahaan rintisan pertama dalam industri akuakultur global yang melampaui ambang batas tersebut, dengan valuasi sekitar US$1,3 miliar.

Baca Juga: Lowongan Kerja di Netflix Jadi PR Manager, Cocok Buat yang Banyak Tahu Soal Film dan Jago Nulis

Perusahaan ini lalu menjadi pelopor pengembangan solusi dan inovasi di sektor akuakultur. Lebih dari 100.000 pembudidaya ikan dan udang di 38 provinsi di seluruh Indonesia sudah terbantu oleh kehadiran eFishery.

Setelah putaran pendanaan tersebut, perusahaan bertujuan untuk menargetkan lebih dari satu juta kolam akuakultur di Indonesia pada tahun 2025 dan mengekspor produk udang bebas antibiotik yang sepenuhnya dapat dilacak ke luar negeri.

Di tengah upaya tersebut, eFishery memberhentikan karyawan. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari perubahan strategi sekaligus rencana untuk mengejar pertumbuhan melalui pasar luar negeri.

Para analis memprediksi perubahan strategi itu merupakan hasil dari kurangnya permintaan domestik untuk produk perikanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Jakarta Post, CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X