Apa Maksud Warganet ketika Menyebut Erina Gudono Tone Deaf, dan Seleb Lain yang Juga "Tuli Nada"

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 15:47 WIB
Warganet menyebut Kaesang Pangarep dan Erina Gudono tone deaf, apa sih maksudnya? (Instagram @erinagudono)
Warganet menyebut Kaesang Pangarep dan Erina Gudono tone deaf, apa sih maksudnya? (Instagram @erinagudono)

PejuangKantoran.com - Kita semua pernah mendengar ungkapan "tone deaf” alias tuli nada yang digunakan untuk merujuk pada orang yang suaranya fals atau tidak bisa bernyanyi karena tidak mampu mengenali nada.

Namun dalam beberapa tahun terakhir ungkapan itu mempunyai makna yang lebih metaforis relatif terhadap perilaku sosial, merujuk pada orang yang tidak punya perasaan, atau tidak peka terhadap situasi di sekitarnya. Orang menyebutnya sebagai social tone deaf.

Beberapa hari terakhir warganet juga ramai menyebut istilah tone deaf ketika mengomentari istri Kaesang Pangarep, Erina Gudono, yang mem-posting dirinya berangkat ke Amerika menumpang pesawat (yang menurut penelusuran warganet) jet pribadi alias disewa khusus.

Baca Juga: Berbagai Macam Peringatan Darurat yang Wajib Kamu Tahu

Setiba di Los Angeles, Erina yang akan melanjutkan perjalanannya ke Philadelphia untuk menempuh studi S2-nya di University of Pennsylvania, tampak menikmati roti seharga Rp400.000 di Grand Central Market, serta belanja stroller yang diperkirakan seharga Rp30 juta.

Mengapa hal itu dikatakan tone deaf, tak lain karena Erina dan Kaesang melakukannya di tengah riuhnya massa yang terdiri atas mahasiswa, buruh dan karyawan, serta aktivis melakukan demo untuk menuntut DPR membatalkan rencana revisi UU Pilkada dan berhenti menjegal putusan Mahkamah Konstitusi.

Menantu Presiden Jokowi itu disebut tak peka dengan situasi sosial yang memprihatinkan.

Tidak sensitif

Beberapa hari lalu, aktris Blake Lively juga disebut tone deaf ketika mempromosikan film barunya, It Ends With Us. Dalam podcast berjudul "Girl Talk," Blake mengundang lawan mainnya, Jenny Slate dan Isabela Ferrer, serta penulis It Ends With Us Colleen Hoover.

Namun bukannya membahas tentang kekerasan dan pelecehan dalam rumah tangga yang menjadi tema film tersebut, Blake justru membahas ramalan bintang mereka, dan pekerjaan apa yang akan mereka miliki jika mereka tidak menjadi pemain film.

Baca Juga: Selain Reza Rahardian, Selebritas Ini Juga Muncul Di Panggung Demonstrasi Mengawal Keputusan MK

Bintang Age of Adaline itu juga menggunakan nada humor yang ringan, tanpa secara eksplisit membahas pengalaman kekerasan yang dialami Lily Bloom, karakternya dalam film. Blake bahkan sempat-sempatnya mempromosikan lini perawatan rambut barunya selama tur filmnya.

Selebriti Hollywood lain yang pernah disebut tone deaf adalah Gwyneth Paltrow, karena membuat postingan yang tidak sensitif di masa pandemi Covid-19 lalu.

Saat itu, pendiri brand lifestyle Goop itu memposting foto selfie dirinya di akun Instagram perusahaannya. Gwyneth memamerkan produk rok keluaran Goop seharga $450 skirt dan sneakers seharga $425.

"Kita ini sedang berada di tengah pandemi yang melanda dunia, siapa juga yang mau beli rok jelek seharga $450?” tulis salah satu pengikutnya dengan sengit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Independent, The Week, The Cut

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X