Let them eat cake
Yang dilakukan Erina Gudono, Blake Lively, dan Gwyneth Paltrow hanya beberapa contoh social tone deaf yang dilakukan figur publik. Namun istilah tersebut sudah dikenal di Prancis sejak abad ke-18.
Baca Juga: Langkah Pertama Hadapi Bullying di Tempat Kerja, Pastikan Setiap Insiden Tercatat!
Saat itu Ratu Prancis di era Revolusi Prancis, Marie Antoinette, mengatakan “Qu’ils mangent de la brioche” atau "Let them eat cake" (Biarkan mereka makan kue) ketika diberitahu bahwa rakyat jelata yang kelaparan tidak punya roti.
Karena kue lebih mahal daripada roti, anekdot itu dikutip sebagai contoh ketidakpedulian Marie-Antoinette terhadap kondisi dan kehidupan sehari-hari rakyat biasa.
Social tone deaf memang sangat menjengkelkan, meskipun terkadang orang yang sangat baik secara tidak sengaja mengungkapkan pernyataan yang tidak peka.
Seperti makna tuli nada yang sebenarnya, hal itu sebenarnya dapat diatasi dan diperbaiki. Namun beberapa kasus social tone deaf lebih merupakan kemunafikan yang disengaja dan menunjukkan tumpulnya hati nurani.
Baca Juga: Stres Kerja Ternyata Juga Bisa Jadi Penyebab Bau Ketiak Lho!
Kita semua mungkin merasa ngeri, tetapi kita tidak punya kekuatan untuk mengubah para pelaku, karena mereka benar-benar tidak peduli untuk mengubah nada bicara mereka.
Yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah bersatu, menaikkan suara kita dengan nada yang tepat dan kuat, dan meredam nada-nada masam tersebut.
Artikel Terkait
Kemenkes: Dari 356 Laporan Bullying, 39 Pelaku Diberi Sanksi Tegas dan Ditandai sebagai Pelaku Perundungan
Baru Seminggu Tayang, Remake Film Thailand Kang Mak from Pee Mak Sudah Raih 1 Juta Penonton
KLHK Buka Seleksi CPNS 2024 dengan 3.066 Formasi
Kemenkeu Buka Lowongan CPNS, Terbuka untuk Disabilitas dan Putra-Putri Daerah
Lowongan CPNS Kemenkeu 2024 Dibuka, Ini Syaratnya!
Erina Gudono Disebut Bau Ketek, Apa Saja Sebenarnya Penyebab Bau Ketek?
Jadi Ustaz Muda di Azzamine, Arbani Yasiz Bingung Harus Berakting tanpa Melihat Wajah Lawan Main