PejuangKantoran.com - Kasus bullying yang terjadi di lingkungan dokter muda yang tengah menempuh studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sedang menjadi perhatian.
Begitu beratnya perundungan yang dialami, sehingga banyak dokter muda yang menjadi korban memutuskan untuk mengundurkan diri dari pendidikannya. Bahkan, ARL, mahasiswi PPDS Anestesi Universitas Diponegoro Semarang, diduga tewas bunuh diri akibat bullying yang dilakukan seniornya.
Dugaan perundungan yang dialami ARL mungkin merupakan level yang berat. Pada dasarnya, target penindasan di tempat kerja menghadapi konsekuensi seperti stres, kelelahan, diagnosis kesehatan mental, dan dalam kasus ekstrem, pikiran atau tindakan bunuh diri.
Baca Juga: Stres Kerja Ternyata Juga Bisa Jadi Penyebab Bau Ketiak Lho!
Penelitian yang diterbitkan oleh Workplace Bullying Institute pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 30% karyawan mungkin mengalami penindasan di tempat kerja pada suatu saat. Dari mereka yang menjadi target, 67% di antaranya berisiko kehilangan pekerjaan.
Perilaku penindasan mencakup berbagai tindakan, mulai dari pelecehan dan isolasi sosial hingga merusak upaya kerja yang menyebabkan tekanan psikologis, dan bahkan terlibat dalam pelecehan seksual atau kekerasan fisik.
Manipulasi dan provokasi berperan dalam interaksi penindasan dengan internet bullying yang sekarang muncul sebagai bentuk penganiayaan di tempat kerja.
Kesehatan fisik juga dapat terpengaruh secara negatif oleh gejala-gejala seperti gangguan tidur, masalah jantung, nyeri tubuh, dan sakit kepala.
Kekhawatiran terus-menerus tentang insiden tersebut bisa menyebabkan kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja, yang memengaruhi kinerja pekerjaan dan meluas ke dalam hubungan.
Pelaku bullying di tempat kerja cenderung menargetkan individu yang memiliki sifat-sifat yang sangat dihargai oleh atasan seperti mandiri, inovatif, dan kreatif.
Baca Juga: Erina Gudono Disebut Bau Ketek, Apa Saja Sebenarnya Penyebab Bau Ketek?
Target bullying biasanya digambarkan sebagai individu yang bersemangat dan lebih suka menghindari konflik. Perundungan kerap kali bermula dari ketidakseimbangan kekuasaan dengan pihak yang menyerang yang berusaha menunjukkan dominasinya.
Mengidentifikasi dan menanggapi perundungan
Ketika kamu mungkin mengalami perundungan, umumnya kamu memgalami penurunan kesejahteraan fisik dan penurunan kinerja kerja.
Kalau kamu merasa terus-menerus stres, cemas, atau putus asa di tempat kerja, kamu mungkin menghadapi perilaku perundungan.
Artikel Terkait
Bagaimana Cara Sebuah Negara Memilih Warna Paspornya?
CEO Starbucks Brian Niccol Bakal Diantar Jet Perusahaan Tiap Berangkat Ke Kantor Seattle
Hindari Bertanya tentang Work Life Balance saat Wawancara Kerja, Ternyata Ini Penyebabnya!
Kemenkes: Dari 356 Laporan Bullying, 39 Pelaku Diberi Sanksi Tegas dan Ditandai sebagai Pelaku Perundungan
Baru Seminggu Tayang, Remake Film Thailand Kang Mak from Pee Mak Sudah Raih 1 Juta Penonton
KLHK Buka Seleksi CPNS 2024 dengan 3.066 Formasi
Kemenkeu Buka Lowongan CPNS, Terbuka untuk Disabilitas dan Putra-Putri Daerah