Langkah Pertama Hadapi Bullying di Tempat Kerja, Pastikan Setiap Insiden Tercatat!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 22:29 WIB
Ilustrasi: Bullying di tempat kerja bisa terjadi dalam bentuk verbal maupun non verbal. (Freepik)
Ilustrasi: Bullying di tempat kerja bisa terjadi dalam bentuk verbal maupun non verbal. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kasus bullying yang terjadi di lingkungan dokter muda yang tengah menempuh studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sedang menjadi perhatian.

Begitu beratnya perundungan yang dialami, sehingga banyak dokter muda yang menjadi korban memutuskan untuk mengundurkan diri dari pendidikannya. Bahkan, ARL, mahasiswi PPDS Anestesi Universitas Diponegoro Semarang, diduga tewas bunuh diri akibat bullying yang dilakukan seniornya.

Dugaan perundungan yang dialami ARL mungkin merupakan level yang berat. Pada dasarnya, target penindasan di tempat kerja menghadapi konsekuensi seperti stres, kelelahan, diagnosis kesehatan mental, dan dalam kasus ekstrem, pikiran atau tindakan bunuh diri.

Baca Juga: Stres Kerja Ternyata Juga Bisa Jadi Penyebab Bau Ketiak Lho!

Penelitian yang diterbitkan oleh Workplace Bullying Institute pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 30% karyawan mungkin mengalami penindasan di tempat kerja pada suatu saat. Dari mereka yang menjadi target, 67% di antaranya berisiko kehilangan pekerjaan.

Perilaku penindasan mencakup berbagai tindakan, mulai dari pelecehan dan isolasi sosial hingga merusak upaya kerja yang menyebabkan tekanan psikologis, dan bahkan terlibat dalam pelecehan seksual atau kekerasan fisik.

Manipulasi dan provokasi berperan dalam interaksi penindasan dengan internet bullying yang sekarang muncul sebagai bentuk penganiayaan di tempat kerja.

Kesehatan fisik juga dapat terpengaruh secara negatif oleh gejala-gejala seperti gangguan tidur, masalah jantung, nyeri tubuh, dan sakit kepala.

Kekhawatiran terus-menerus tentang insiden tersebut bisa menyebabkan kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja, yang memengaruhi kinerja pekerjaan dan meluas ke dalam hubungan.

Pelaku bullying di tempat kerja cenderung menargetkan individu yang memiliki sifat-sifat yang sangat dihargai oleh atasan seperti mandiri, inovatif, dan kreatif.

Baca Juga: Erina Gudono Disebut Bau Ketek, Apa Saja Sebenarnya Penyebab Bau Ketek?

Target bullying biasanya digambarkan sebagai individu yang bersemangat dan lebih suka menghindari konflik. Perundungan kerap kali bermula dari ketidakseimbangan kekuasaan dengan pihak yang menyerang yang berusaha menunjukkan dominasinya.

Mengidentifikasi dan menanggapi perundungan

Ketika kamu mungkin mengalami perundungan, umumnya kamu memgalami penurunan kesejahteraan fisik dan penurunan kinerja kerja.

Kalau kamu merasa terus-menerus stres, cemas, atau putus asa di tempat kerja, kamu mungkin menghadapi perilaku perundungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X