37% Rekruter Bilang Pindah-pindah Kerja adalah Red Flag, Begini Cara Menjelaskannya saat Wawancara

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 21:15 WIB
Ilustrasi: Rekruter akan pikir-pikir lagi kalau ada kandidat yang sering pindah-pindah kerja dalam waktu singkat. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Rekruter akan pikir-pikir lagi kalau ada kandidat yang sering pindah-pindah kerja dalam waktu singkat. (Freepik/Kate Mangostar)

Kamu juga bisa menjelaskan hal tersebut saat wawancara kerja.

“Kesenjangan karir tidak memiliki dampak negatif yang sama seperti yang terjadi lima tahun lalu,” katanya. “Terutama kalau kamu punya alasan yang sangat ringkas mengapa ada jeda karir (dalam CV).”

Kamu bisa memberitahu rekruter bahwa kamu sedang menjadi relawan di suatu komunitas, atau mengambil cuti setahun untuk kursus desain grafis— apa pun itu.

Baca Juga: Negara-Negara yang Menerapkan Aturan Hak Memutus Sambungan: Pelajaran dari Australia dan Negara Lain

Kalau kamu sudah pindah-pindah industri atau pernah bekerja sebentar di beberapa jenis pekerjaan, kamu bisa mengatakan, “Inilah yang saya dapatkan dari masing-masing pengalaman tersebut, yang membuat saya sangat cocok untuk peran ini sekarang,” saran McCaskill.

Ia menambahkan bahwa kandidat harus mampu menjelaskan mengapa ia suka job hopping, seolah-olah itu adalah aset.

Yang penting, jangan beri rekruter alasan untuk berpikir bahwa kamu sudah melakukan kesalahan, katanya. “Jangan meminta maaf karena kamu melakukannya.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X