PejuangKantoran.com - Job hopping dalam waktu singkat mungkin sudah biasa kamu lakukan demi mencari pekerjaan terbaik. Tetapi hati-hati, rekruter ternyata mengamati pencari kerja yang suka pindah-pindah kerja seperti ini.
Menurut survei LinkedIn, 54% dari 1.024 manajer perekrutan mengatakan bahwa mereka menginginkan kandidat yang berkomitmen untuk belajar dan meningkatkan keterampilan.
Hampir setengahnya, yaitu 48% responden, akan lebih mempertimbangkan kandidat yang bisa memulai sesegera mungkin, dan 40% lainnya akan mempertimbangkan kandidat yang bersedia bekerja di kantor penuh waktu.
Baca Juga: Contoh Format Surat Lamaran untuk Seleksi CPNS 2024 yang Wajib Kamu Tahu
Di sisi lain, ada juga hal yang membuat rekruter tidak tertarik dengan CV kandidat. Lebih dari sepertiganya (37%) mengatakan bahwa kandidat yang sering pindah-pindah kerja bikin mereka enggan mempertimbangkannya.
“Kalau kamu hanya bekerja di sana selama sembilan bulan, mungkin kamu juga hanya akan berada di sini selama sembilan bulan,” kata pakar karir LinkedIn Drew McCaskill.
Jumlah responden yang kurang lebih sama, yaitu 34%, mengatakan bahwa riwayat pekerjaan pelamar yang kurang terarah bisa bikin mereka pikir-pikir lagi sebelum melanjutkan prosesnya.
Apa pun alasan kamu sehingga kamu sering job hopping, berikut ini cara menjelaskannya pada rekruter saat wawancara kerja, dan bahwa kamu masih menjadi kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut:
Jelaskan mengapa kamu suka pindah-pindah kerjaan
Bukan hal yang aneh kalau ada orang yang daftar riwayat pekerjaannya di CV cukup panjang, dengan beberapa tugas singkat di antaranya.
Baca Juga: Untuk Apa Yayasan Dian Sastrowardoyo Dilibatkan dalam Peluncuran Film Pendek Laut Bercerita?
Mungkin saat memulai karir, kamu tidak yakin apakah kamu ingin masuk ke bidang penjualan atau pemasaran, jadi kamu mencoba keduanya.
Mungkin kamu harus meninggalkan pekerjaan untuk merawat keluarga yang sakit selama setahun selama pandemi. Atau mungkin ada PHK di perusahaan kamu sebelumnya.
Ringkasan CV kamu, di atas bagian pengalaman, menawarkan kesempatan untuk menghubungkan titik-titik antara berbagai pengalaman karir kamu atau menjelaskan kesenjangan yang ada.
Bagian "About" di LinkedIn adalah kesempatan lain untuk menyusun narasi kamu, dan memberitahu rekruter, "Bagaimana hal-hal yang sudah kamu lakukan sudah menjadikan kamu seorang profesional seperti sekarang," kata McCaskill.
Artikel Terkait
Thailand Meluncurkan Destination Thailand Visa, Skema Visa yang Dirancang untuk Pekerja Asing
Guru Ini Tidak Diterima Bekerja karena Bajunya Dianggap Berlebihan saat Wawancara Kerja
Perusahaan Pembuat Gambar AI Midjourney Mengumumkan Masuknya Mereka Ke Bisnis Hardware
Apa Itu Earnings Call dan Mengapa Perusahaan yang Sudah Go Public Wajib Melakukannya?
Apa yang Bikin Dian Sastrowardoyo Rela Main di Film Pendek Laut Bercerita tanpa Dibayar?
Keuntungan dan Kerugian Earnings Call bagi Perusahaan maupun Para Analis Keuangan
Australia Terapkan Aturan Baru: Hak untuk Mengabaikan Bos Setelah Jam Kerja