Gejala umumnya adalah adanya ruam yang bisa berlangsung selama 2 hingga 4 pekan. Gejala ini dimulai atau diikuti dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, nyering punggung, lemas, dan ada pembengkakan kelenjar getah bening.
Ruamnya akan tampak seperti kulit yang melepuh atau luka. Ini bisa menyerang wajah, telapak tangam, telapak kaki, selangkangan, daerah genital, dan/atau sekitar anus. Dalam beberapa kasus juga ditemukan di mulut, tenggorokan, anus, rektum atau vag1na, atau pada mata.
Baca Juga: Jepang Minta Warga Pekerja Kerasnya untuk Kerja 4 Hari Seminggu
Jumlah luka bisa berkisar dari satu hingga beberapa ribu. Beberapa orang mengalami peradangan di dalam rektum (proktitis) yang dapat menyebabkan nyeri hebat, serta peradangan pada alat kelam1n yang dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil.
Dalam banyak kasus, gejala Mpox akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu dengan perawatan yang baik, seperti obat untuk nyeri atau demam. Namun, pada beberapa orang, penyakitnya bisa parah atau menyebabkan komplikasi bahkan kematian.
Bayi baru lahir, anak-anak, orang yang sedang hamil, dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh seperti penderita penyakit HIV stadium lanjut mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit Mpox yang lebih serius dan berujung pada kematian.
Penyakit parah akibat Mpox mungkin berupa lesi (jaringan yang rusak) yang lebih besar dan meluas (terutama di mulut, mata, dan alat kelamin), infeksi bakteri sekunder pada kulit atau darah, dan infeksi paru-paru.
Komplikasi dapat berupa infeksi bakteri parah akibat lesi kulit, Mpox yang menyerang otak (ensefalitis), jantung (miokarditis) atau paru-paru (pneumonia), dan masalah mata. Orang dengan Mpox yang parah mungkin memerlukan rawat inap, perawatan suportif, dan obat antivirus untuk mengurangi keparahan lesi dan mempercepat pemulihan.
Menurut data yang tersedia, antara 0,1% dan 10% penderita Mpox berujung pada kematian. Namun, angka kematian karena Mpox mungkin berbeda-beda di beberapa wilayah. Ini dipengaruhi oleh faktor. Misal, akses terhadap layanan kesehatan dan imunosupresi yang mendasarinya. Termasuk dalam hal ini karena HIV yang tidak terdiagnosis atau penyakit HIV stadium lanjut.
Baca Juga: 700 Pastor akan Mendampingi Umat selama Misa Akbar Paus Fransiskus di GBK dan Stadion Madya
Cara Menghindari Tertular
Jika kamu tinggal dengan orang dengan Mpox, maka wajib meminimalkan risiko tertular. Ketika ada anggota keluarga atau orang di rumah ada yang terkena Mpox, maka sebaiknya dirawat di klinik atau rumah sakit yang memang melayani perawatan Mpox.
Namun jika di rumah bisa merawatnya dengan baik, maka orang dengan mpox ini harus dirawat di ruangan yang terisolasi dengan baik.
Orang sehat yang merawat orang dengan Mpox harus melindungi diri mereka dengan alat pelindung yang aman dan layak dan menjalani protocol Kesehatan dengan ketat.
Artikel Terkait
Ini Yang Harus Kamu Lakukan dan Hindari Jika Terkena Mpox