PejuangKantoran.com - Pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanannya. Namun layanan itu terkadang disalahgunakan, digunakan untuk melakukan penipuan, dan pencurian identitas.
Untuk itu dilakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah terjadinya penipuan dan penyalahgunaan identitas.
Salah satunya BPJS Kesehatan, yang belum lama ini meluncurkan teknologi identifikasi dan autentifikasi melalui sistem face recognition (pengenalan wajah).
Baca Juga: Jangan Lakukan Ini Saat Bekerja di Coworking Space Daripada Kena Masalah
Teknologi Face Recognition BPJS Kesehatan yang disebut FRISTA ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan, sehingga hanya peserta yang berhak yang bisa mengakses layanan JKN.
Saat ini, FRISTA mulai digunakan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, dan diharapkan akan memberikan berbagai keuntungan bagi peserta BPJS Kesehatan.
"Dengan teknologi ini proses verifikasi identitas peserta akan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga mampu mengurangi antrean dan meminimalisir kesalahan," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, AAK.
Single identity
Menurut Gufron, FRISTA mampu mengenali wajah baik pada foto, video, maupun secara langsung, dan dengan akurasi yang tinggi.
“Teknologi ini telah menerapkan single identity dengan KTP Elektronik sebagai alternatif pengganti Kartu JKN guna melakukan verifikasi dan validasi kepesertaan JKN.
Baca Juga: Ternyata Pendirian SMA Taruna Nusantara Diinisiasi oleh Prabowo Subianto
“Hal tersebut akan mempercepat proses verifikasi identitas peserta dan meminimalisir kesalahan.” kata Ghufron, seperti dikutip Kompas.com di RS Brayat Minulya Surakarta, Sabtu (31/8/2024).
Penggunaan KTP Elektronik sebagai identitas akan meningkatkan validitas dan kualitas data peserta sesuai kepemilikan NIK.
Selain itu juga memanfaatkan data foto dari Dukcapil sebagai dasar validasi pada implementasi teknologi pengenalan wajah.
Dengan demikian verifikasi semakin mudah, dan akses layanan kesehatan semakin luas sehingga menjadi lebih inklusif.
Artikel Terkait
4 Nama Kandidat Kuat Menteri Kabinet Prabowo-Gibran Alumni SMA Taruna Nusantara
Prihatin Banyak Grup Berhenti Siniar, Trio Podcast Ancur Gelar Kompetisi Podcast Hunt 2024
Fanny Soegi Curhat Soal Royalti Lagu Soegi Bornean Sampai Pinjam Duit Untuk Bayar Sekolah Si Buah Hati
Ini Bisa Menjadi Solusi Masalah Royalti Fanny Soegi vs Soegi Bornean
Ini Daftar Detak Jantung Maksimal Saat Olah Raga Yang Harus Kamu Ketahui Supaya Tetap Sehat dan Bugar
Fix, Maroon 5 Akan Menggelar Konser di Jakarta pada 1 Februari 2025
Konser Maroon 5 di Jakarta pada 1 Februari 2025: Tiket Dijual Mulai 24 September