Peserta BPJS Kesehatan Bisa Pakai Face Recognition agar Verifikasi Identitas Lebih Akurat

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 11 September 2024 | 16:57 WIB
BPJS Kesehatan meluncurkan teknologi Face Recognition (FRISTA) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan. (Facebook/Google PlayStore)
BPJS Kesehatan meluncurkan teknologi Face Recognition (FRISTA) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan. (Facebook/Google PlayStore)

PejuangKantoran.com - Pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanannya. Namun layanan itu terkadang disalahgunakan, digunakan untuk melakukan penipuan, dan pencurian identitas.

Untuk itu dilakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah terjadinya penipuan dan penyalahgunaan identitas.

Salah satunya BPJS Kesehatan, yang belum lama ini meluncurkan teknologi identifikasi dan autentifikasi melalui sistem face recognition (pengenalan wajah).

Baca Juga: Jangan Lakukan Ini Saat Bekerja di Coworking Space Daripada Kena Masalah

Teknologi Face Recognition BPJS Kesehatan yang disebut FRISTA ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan, sehingga hanya peserta yang berhak yang bisa mengakses layanan JKN.

Saat ini, FRISTA mulai digunakan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, dan diharapkan akan memberikan berbagai keuntungan bagi peserta BPJS Kesehatan.

"Dengan teknologi ini proses verifikasi identitas peserta akan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga mampu mengurangi antrean dan meminimalisir kesalahan," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, AAK.

Single identity

Menurut Gufron, FRISTA mampu mengenali wajah baik pada foto, video, maupun secara langsung, dan dengan akurasi yang tinggi.

“Teknologi ini telah menerapkan single identity dengan KTP Elektronik sebagai alternatif pengganti Kartu JKN guna melakukan verifikasi dan validasi kepesertaan JKN.

Baca Juga: Ternyata Pendirian SMA Taruna Nusantara Diinisiasi oleh Prabowo Subianto

“Hal tersebut akan mempercepat proses verifikasi identitas peserta dan meminimalisir kesalahan.” kata Ghufron, seperti dikutip Kompas.com di RS Brayat Minulya Surakarta, Sabtu (31/8/2024).

Penggunaan KTP Elektronik sebagai identitas akan meningkatkan validitas dan kualitas data peserta sesuai kepemilikan NIK.

Selain itu juga memanfaatkan data foto dari Dukcapil sebagai dasar validasi pada implementasi teknologi pengenalan wajah.

Dengan demikian verifikasi semakin mudah, dan akses layanan kesehatan semakin luas sehingga menjadi lebih inklusif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kompas.com, Antara News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X