PejuangKantoran.com - Jumat (13/9/2024), Paus Fransiskus terbang kembali ke Roma, Italia, setelah menyelesaikan Kunjungan Apostolik selama 12 hari ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Bela rasa menjadi salah satu moto kunjungan apostolik Paus di Indonesia dan tiga negara tersebut. Namun dalam setiap kunjungannya, Paus menyerukan pesan yang unik.
Perdamaian dan toleransi menjadi pesan utama Paus untuk Indonesia yang dikenal dengan keberagamannya.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Group Punya 176 Juta Nasabah Simpanan Mikro dengan Nilai Dana Rp313 T
Di Papua Nugini, Bapa Suci menyoroti pengelolaan sumber daya alam yang disebutnya harus menguntungkan semua pihak.
Untuk Timor Leste, Paus antara lain menyampaikan pesan pembangunan dan rekonsiliasi bagi generasi muda.
Nah, saat berkunjung ke Singapura, Paus berusia 87 tahun itu memperingatkan bahaya AI terhadap masyarakat dan menyerukan upah yang adil bagi para pekerja migran.
Komentar pemimpin umat Katolik sedunia itu disampaikan pada hari Kamis (12/9/2024), saat negara-kota berteknologi tinggi itu menjadi tempat perhentian terakhirnya dalam lawatannya ke Asia Pasifik.
Perkembangan teknologi berisiko mengisolasi individu dan menempatkan mereka dalam realitas palsu. Paus menambahkan bahwa AI harus digunakan untuk mendekatkan orang-orang dan meningkatkan pemahaman dan solidaritas dalam masyarakat.
Ia juga memperingatkan bahwa AI tidak boleh membuat orang melupakan apa yang penting: hubungan antarmanusia.
Baca Juga: Aksi Banting Laptop Camila Cabello saat Tampil di Panggung MTV Video Music Awards 2024
Ini bukan kali pertama Paus memperingatkan soal bahaya AI. Ia menyerukan larangan senjata otonom yang mematikan dalam pidatonya pada pemimpin tujuh negara industri teratas pada G7 Summit ke-50 di Apulia, Italia, Juni lalu.
Di Singapura yang makmur, Paus Fransiskus juga mengajukan permohonan agar pekerja asing dibayar dengan adil, dengan mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan perhatian khusus untuk melindungi martabat pekerja migran.
"Pekerja ini berkontribusi besar bagi masyarakat dan harus dijamin dengan upah yang adil," katanya dalam pidatonya kepada para pemimpin politik dan pejabat setempat.
Pekerja murah telah berperan penting dalam pertumbuhan pesat kota-kota besar yang gemerlap seperti Singapura.
Artikel Terkait
Ayana Hospitality Buka Lowongan Kerja Social Media Content Creator
Lenovo Mencari Global Lead untuk Pemasaran Sosial dan Komunitas di Legion Gaming
Google Membuka Lowongan Kerja untuk Spesialis Lokalisasi Bahasa Indonesia
Ketimbang Bekerja Kantoran 9 to 5, Ini yang akan Dilakukan Gen Z dengan Smartphone-nya
Paris Dinobatkan sebagai Ibu Kota Kuliner Dunia, Tokyo Menjadi Pilihan Paling Hemat
5 Makanan untuk Buat Kulit Jernih dan Sehat, Bikin Glowing Seketika
Fakta Bruno Mars, Pernah Berbohong Apa Sehingga Dipecat Dari Profesi Ini?