• TIU dan TWK: Jawaban benar bernilai 5, salah atau tidak menjawab bernilai 0.
• TKP: Jawaban benar bernilai paling rendah 1 dan paling tinggi 5, tidak menjawab bernilai 0.
Dengan perhitungan tersebut, nilai kumulatif paling tinggi untuk SKD CPNS 2024 adalah 550, dengan rincian:
Baca Juga: Perusahaan Dapat Berperan Mencegah Kelelahan Kerja akibat Pekerjaan yang Berlebihan
• TWK 150
• TIU 175
• TKP 225
Lalu, untuk nilai ambang batas atau nilai minimal yang harus dipenuhi agar dinyatakan lolos ke tahap berikutnya adalah:
• TWK 65
• TIU 80
• TKP 166
Nilai ambang batas tersebut berlaku untuk pelamar CPNS 2024 dari kebutuhan umum dan kebutuhan khusus Putra/Putri Kalimantan.
Sementara untuk pelamar putra-putri lulusan terbaik berpredikat Dengan Pujian/Cumlaude, Diaspora, Penyandang Disabilitas, Putra-Putri Papua, dan Putra-Putri Daerah Tertinggal, nilai tersebut tidak berlaku.
Untuk pelamar kebutuhan putra-putri lulusan terbaik berpredikat Dengan Pujian/Cumlaude dan Diaspora, nilai ambang batas SKD yang berlaku adalah:
• Nilai kumulatif SKD paling rendah 311
• Nilai TIU paling rendah 85
Baca Juga: Tragis, Meninggalnya Karyawan Ernst & Young akibat Kelelahan Kerja Ditepis Bos Perusahaan
Sementara untuk pelamar dengan kebutuhan Penyandang Disabilitas, Putra-Putri Papua, Putra-Putri Daerah Tertinggal, nilai ambang batas SKD sebagai berikut:
• Nilai kumulatif SKD paling rendah 286
• Nilai TIU paling rendah 60
Tata Tertib Khusus Tes SKD
Selain tata tertib umum selayaknya tes kompetensi lainnya, berikut adalah tata tertib khusus SDK CPNS 2024:
Artikel Terkait
Tulang Belulang Tulang Angkat Cerita Tentang Harkat Diri Keluarga Melalui Balutan Tradisi Batak
Tupperware Terancam Bangkrut Setelah 78 Tahun Beroperasi, Ini Biang Keroknya!
Fakta-Fakta Mengapa Tupperware Disukai Ibu-Ibu: Dari Kekuatan Produk hingga Tradisi Arisan
Ada Proyek Rekonstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek selama Seminggu, Ini Antisipasi Kemacetannya!
Ada Fenomena Equinox di Indonesia, Benarkah Ini Penyebab Cuaca Terasa Makin Panas?
Profil Heri Hermansyah, Rektor Baru UI yang Pernah Jadi Guru Besar Termuda di Fakultas Teknik
5 Alasan Harga Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal daripada Harga Tiket Internasional