7 Tanda Kamu Lebih Mementingkan Pekerjaan daripada Hubungan dengan Pasangan

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 8 November 2024 | 16:14 WIB
Jangan sampai lebih mementingkan pekerjaan daripada hubungan. (Freepik)
Jangan sampai lebih mementingkan pekerjaan daripada hubungan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Menyeimbangkan antara pekerjaan dan hubungan bukan hal yang mudah. Jika tidak bisa melakukannya, bukan tidak mungkin ada salah satu pihak yang kalah.

Misalnya saja orang-orang yang lebih mementingkan pekerjaan. Jangan heran jika lama-kelamaan mereka akan membentuk perilaku yang secara tidak langsung akan menjauhkan keluarga dan teman-temannya.

Sedihnya, mereka mungkin tidak menyadari dampak dari tindakannya itu.

Menurut Tina Fey, pendiri blog Love Connection, berikut adalah tujuh sikap yang dimiliki oleh orang-orang yang memprioritaskan pekerjaan daripada hubungan.

  1. Tak bisa lepas dari pekerjaan

Di era digital ini, semua orang lebih mudah untuk terhubung. Termasuk untuk urusan pekerjaan.

Namun, bagi mereka yang memprioritaskan pekerjaan daripada hubungan, levelnya sudah tingkat tinggi.

Contohnya adalah terus-menerus memeriksa email, dihubungi oleh orang kantor, dan ketidakmampuan untuk mematikan notifikasi saat bersama orang yang dicintai.

Ini dapat berubah menjadi obsesi, yang menyebabkan orang bisa hadir secara fisik, tetapi tidak secara mental.

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Kamu Lakukan untuk Memulai Hubungan Baik dengan Manajer Baru Kamu

  1. Mereka melewatkan acara penting

Ulang tahun, anniversary, dan kelulusan adalah beberapa acara penting dalam ranah hubungan. Namun, jika pekerjaan diutamakan, maka acara penting ini akan dianggap tidak penting, bahkan diabaikan sama sekali.

  1. Selalu membicarakan tentang pekerjaan

Bagi orang yang menempatkan pekerjaan di atas segalanya, pekerjaan akan menjadi topik utama percakapannya dengan siapa pun. Bahkan dalam kehidupan pribadinya.

Terus-menerus mengangkat masalah yang berhubungan dengan pekerjaan akan menyisakan sedikit ruang untuk pembicaraan pribadi dan intim. Ini bisa membuat orang yang dicintai merasa terputus dan kurang dihargai.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Si Procastinator Alias Si Tukang Menunda Pekerjaan

  1. Membenarkan obsesi kerjanya

Orang gila kerja mungkin akan sering berkata "Aku melakukan ini untuk kita" atau "Aku nggak akan seperti ini lagi setelah proyek ini selesai", padahal itu hanya sekadar alasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Personal Branding Blog

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X