Pada dekade berikutnya, lini Tupperware diperluas hingga mencakup tabung, gelas kimia, piring kue, dan segala macam peralatan. Merek ini bahkan menjadi bahan pokok di dapur-dapur di seluruh Amerika dan akhirnya di luar negeri.
Namun, Tupperware mengalami kesulitan untuk mengimbangi perkembangan di tahun-tahun belakangan ini. Di antaranya karena model bisnis yang sudah ketinggalan zaman dan meningkatnya persaingan.
Baca Juga: Dubes Kate Wyler dalam 'The Diplomat' Season 3 Dipastikan akan Kembali ke Netflix
Ketika mengajukan kebangkrutannya, Tupperware yang berbasis di Florida mencatat bahwa konsumen beralih dari penjualan langsung dan semakin menyukai wadah kaca daripada plastik.
Mengalami persaingan dan penurunan
Meskipun penjualan sempat meningkat selama puncak pandemi COVID-19—di saat konsumen lebih banyak memasak dan makan di rumah, Tupperware terus mengalami penurunan secara keseluruhan selama bertahun-tahun.
Padahal, masalah keuangan perusahaan ini menumpuk. Dalam permohonan kebangkrutan di September, Tupperware melaporkan lebih dari $1,2 miliar atau sekitar 19 triliun dalam bentuk utang dan $679,5 juta atau lebih dari Rp1 triliun dalam bentuk aset.
“Ini adalah situasi yang sangat membutuhkan resolusi global yang luas,” kata Spencer Winters, pengacara Tupperware, seperti dilansir dari Inc..
Itulah sebabnya, Spencer mengatakan bahwa perjanjian penjualan yang diberikan kepada Tupperware sebagai “hasil yang baik” yang menurutnya dapat mempertahankan bisnis, hubungan dengan pelanggan, dan pekerjaan perusahaan tersebut. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Mengapa Pria dengan Celana Sweater Abu-abu Bisa Membuat Hati Berdebar?
Lewat Pelatihan Ekspor UMKM Binaan BRI, Pengusaha Kecil Makin Pede Masuk Pasar Global
Baru Buka 500 Outlet, Kini Wendy’s Menutup 140 Tokonya yang Berkinerja Buruk
2 Pebisnis Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Asia’s Power Business Woman 2024, Ada Siapa Saja?
Ternyata Ini 7 Alasan Kenapa Pendapat Kamu Tak Didengar Orang Lain
Menteri Dikdasmen Akan Memakai Kurikulum Deep Learning Sebagai Kurikulum Baru. Para Guru Siap-Siap, Ya!
Jangan Sampai Kamu Lebih Mementingkan Pekerjaan daripada Hubungan, Ini 7 Tandanya!