PejuangKantoran.com - Pernah mencoba mangga alpukat dari Desa Botolinggo? Jenis mangga ini punya ciri khas rasa yang manis, kadar air yang rendah, tekstur lembut.
Cara menikmatinya juga unik, di mana daging buahnya dapat langsung disendok seperti alpukat, tanpa perlu dipotong dan dipindahkan ke mangkuk.
Kelebihan dan keunikan tersebut membuat Mangga Botolingo diminati di pasar lokal dan sekarang mulai menarik perhatian daerah lain.
Baca Juga: Sunarso, Direktur Utama BRI, Raih Penghargaan “The Best CEO” atas Kepemimpinan Transformasi Hijau
Salah satu petani mangga dari Desa Botolinggo, Kecamatan Botolingo, Bondowoso, Jawa Timur, Abu Sufyan, telah berhasil menjadikan mangga alpukat dari daerahnya menjadi komoditas unggulan.
Ia mampu meningkatkan skala usahanya secara signifikan berkat dukungan pemberdayaan dari BRI, yang dikenalnya melalui teman-teman sesama petani.
Mereka ini tergabung dalam Kelompok Sumber Mangga, di mana Abu Sufyan mendapatkan dukungan modal usaha melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
Modal awal yang diperoleh dari BRI tersebut telah membantu Sufyan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Transaksi jual beli lebih praktis
Selain mendapat dukungan modal, pendampingan dan edukasi dari pihak BRI juga diterima oleh Abu Sufyan dan teman-teman petani di kelompoknya.
Baca Juga: Senyum Karyawan BRI saat Tanggapi Nasabah Disabilitas dengan Bahasa Isyarat Ini Bikin Nyes
Pendampingan yang dimaksud antara lain pengelolaan keuangan hingga penggunaan metode pembayaran modern seperti QRIS dan aplikasi BRImo.
“BRI sangat membantu usaha saya. Prosesnya cepat, dan saya juga dibimbing untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Transaksi jual beli jadi lebih praktis dan efisien dengan BRImo,” ujar Abu Sufyan.
Meskipun pemasaran utama masih dilakukan secara langsung di wilayah desanya, pendampingan yang diberikan telah membuka peluang bagi Abu Sufyan untuk memperluas jangkauan pasarnya.
Itu sebabnya kini ia mampu memasarkan mangga alpukat Desa Botolingo hingga ke luar daerah. Bagi wilayah lain seperti DKI Jakarta, Sufyan menerapkan sistem pemasaran secara daring.
Artikel Terkait
Fix, Rabu 27 November 2024 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional. Jangan Lupa Nyoblos!
Obligasi Keberlanjutan Bank BJB Kelebihan Permintaan Hampir 5 Kali Lipat dari Target Awal!
Begini Cara Mengecek DPT secara Online untuk Memastikan Kamu Sudah Masuk Daftar Pemilih Tetap
10 Kota Dunia yang Wajib Dikunjungi Karena Ramah Buat Jalan Kaki
Bagaimana Cara Mencoblos Surat Suara yang Benar? Jangan Sampai Suara Kamu Tak Dihitung!
5 Cara Menuliskan 'Sering Bekerja dengan Deadline' di CV agar Menarik Perhatian Rekruter
Godaan Makanan Viral: Masihkan Bisa Diet Sehat?