Keripik Kentang Albaeta Buktikan Kesederhanaan Bisa Jadi Ladang Emas

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 24 November 2024 | 16:11 WIB
Berawal dari Suguhan Tamu, Kentang Albaeta Kini Menjadi UMKM Andalan Berkat BRI
Berawal dari Suguhan Tamu, Kentang Albaeta Kini Menjadi UMKM Andalan Berkat BRI

PejuangKantoran.com - Di sebuah desa kecil di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, sebuah usaha sederhana tumbuh menjadi inspirasi besar. Albaeta, nama keripik kentang yang kini dikenal luas, memulai perjalanannya dari dapur Nafi, seorang warga Desa Batur.

Berawal dari suguhan sederhana saat Lebaran, produk ini kini menjadi salah satu ikon UMKM daerah yang berhasil menembus pasar nasional.

“Awalnya, kami hanya membuat keripik kentang untuk disajikan kepada tamu yang datang saat Lebaran,” kenang Nafi. Namun, respons dari keluarga dan teman-temannya memberikan dorongan besar. Banyak yang menyarankan Nafi untuk mengembangkan resep sederhana itu menjadi usaha. Dengan keyakinan dan semangat, ia pun mulai mencoba menjual keripiknya ke masyarakat sekitar.

Baca Juga: Squat: Teman atau Musuh Lutut? Simak Faktanya Berikut Ini

Melimpahnya hasil panen kentang jenis agria di daerah Dieng menjadi peluang besar bagi Nafi. Alih-alih membiarkan hasil panen berlebih terbuang, ia mulai mengolahnya menjadi keripik dengan cita rasa khas. Nama Albaeta, yang terinspirasi dari kebanggaan lokal, mulai dikenal di lingkungan sekitarnya.

 “Saat pertama kali mencoba, saya banyak belajar dari kesalahan, mulai dari tekstur keripik hingga kemasan,” ujar Nafi. Namun, ia tak menyerah. Dengan terus berinovasi, Albaeta perlahan berkembang. Varian keripik kentang original menjadi produk unggulan yang dicintai oleh pelanggan.

Menciptakan Peluang di Tengah Keterbatasan
Seiring berjalannya waktu, Albaeta tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Nafi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, Albaeta mempekerjakan 12 karyawan lokal, sebagian besar dari komunitas petani kentang di Desa Batur.

“Melihat produk kami diterima oleh banyak orang adalah kebahagiaan tersendiri,” ungkap Nafi. Dengan semangat untuk terus maju, ia juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasarnya. Kini, keripik kentang Albaeta dapat ditemukan di berbagai platform e-commerce, sehingga pelanggan dari seluruh Indonesia dapat menikmatinya.

Perjalanan Albaeta adalah bukti bahwa sesuatu yang sederhana bisa menjadi besar dengan tekad dan kerja keras. Berawal dari dapur kecil, usaha ini kini menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan. Nafi percaya bahwa keunikan dan kualitas adalah kunci untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang berasal dari desa kecil pun bisa punya tempat di pasar yang lebih besar,” kata Nafi dengan bangga.

Baca Juga: Godaan Makanan Viral: Masihkan Bisa Diet Sehat?

Perjalanan Albaeta tidak terlepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank ini memberikan lebih dari sekadar akses keuangan. Lewat edukasi dan layanan digital seperti BRImo dan QRIS, BRI membantu Albaeta memperluas pasar dan mempermudah pelanggan dalam bertransaksi.

“Awalnya, pemasaran hanya dari mulut ke mulut. Tapi setelah diberi pelatihan digital oleh BRI, produk kami bisa diakses melalui platform e-commerce. Sekarang pelanggan dari berbagai daerah bisa membeli keripik kami dengan mudah,” ungkap Nafi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X