5 Tren yang Diprediksi Mendominasi Media Sosial di 2025 dan Bisa Dimanfaatkan untuk Keuntungan Bisnis

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 29 November 2024 | 17:49 WIB
5 tren yang diprediksi bakal mendominasi media sosial di 2025 . (Freepik)
5 tren yang diprediksi bakal mendominasi media sosial di 2025 . (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Di era digital saat ini, media sosial menjadi platform pilihan utama audiens untuk terjadinya pertukaran informasi, tren, dan keramaian.

Akan tetapi, banyak orang yang sebelumnya menganggap media sosial adalah segalanya, kini merasa lelah mengikuti perkembangan dunia maya yang terus- menerus berubah.

Di sisi lain, muncul audiens baru yang tertarik untuk merasakan keseruan di media sosial lagi. 

Menurut laporan terbaru dari We Are Social yang berjudul "Think Forward 2025: The Liveable Web", pengguna yang mulai meninggalkan siklus tren cepat dan konsumsi berlebihan, beralih ke pengalaman digital yang lebih bermakna.

Berikut adalah lima tren utama di media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis pada 2025.

  1. Kembalinya “kekacauan”

“Kekacauan” yang dimaksud adalah tidak terikat pada aturan sosial yang kaku. Ini akan dipopulerkan oleh kalangan muda yang lebih suka saling berhubungan secara autentik dan tidak takut menunjukkan sisi “berantakan” mereka.

Contohnya, Calvin Klein yang mulai merangkul “kekacauan” ini dengan menampilkan iklan yang lebih berani dan ekspresif. Tren ini mengajarkan brand untuk lebih bereksperimen dengan konten yang otentik.

Baca Juga: Mengenal Bluesky, Media Sosial yang Raih Jutaan Pengguna Baru usai Donald Trump Menang Pemilu

  1. Lebih sedikit lebih baik

Dengan berjalannya dunia nyata dan digital secara beriringan, audiens saat ini lebih mencari “tempat pelarian” yang lebih ringan. Misalnya, Pinterest yang telah menjadi platform tujuan para Gen Z untuk meminimalisir stres.

Jadi, brand bisa mengikuti contoh ini dengan menciptakan konten yang lebih santai, ringan, dan mudah diterima.

Misalnya Marc Jacobs yang mengizinkan content creator dan bahkan micro influencer untuk menyumbangkan ide dalam menciptakan konten acak yang menyenangkan, alih-alih feed yang tertata rapi.

  1. Konsumerisme yang terencana

Status sosial dulu dikaitkan dengan seberapa banyak seseorang berbelanja. Namun, kini beralih menjadi bagaimana seseorang memanfaatkan produk yang dibeli dengan mempertimbangkan keberlanjutannya.

Ada 66% brand marketing semakin sadar dengan konsep ini dan meningkatkan pesan etika dalam konten sosial media mereka.

Baca Juga: Awas Penipuan Daring! Ini 5 Tips Anti-Scam dari Meta agar Tetap Aman Berselancar di Media Sosial

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Marketing Interactive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X