Pejuangkantoran.com – Manajemen risiko sangat penting dalam pengelolaan dana pension. Dengan menajemen risiko yang baik, maka keberlangsungan program pensiun dapat dipastikan. Selain itu, dengan menajemen risiko yang baik, risiko finansial bagi peserta dana pension bisa diminimalkan.
Adapun risiko yang harus dikelola dalam pengelolaan dana pensiun antara lain risiko investasi, risiko likuiditas, risiko pasar, risiko kepatuhan, risiko operasional, risiko reputasi, dan risiko hukum.
Oleh karena itu, standarisasi yang bisa memberikan kerangka kerja untuk mengelola risiko secara terintegrasi dalam sebuah organisasi adalah penting sekali. Standarisasi bertaraf internasional dalam hal ini adalah ISO 31000:2018.
ISO 31000:2018 dapat membantu organisasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko secara holistik. Proses manajemen risiko yang dijelaskan dalam ISO 31000:2018 meliputi penetapan cakupan, konteks, dan kriteria risiko, pelaksanaan penilaian risiko, perlakuan risiko, pemantauan dan peninjauan, perekaman, dan pelaporan.
Baca Juga: 1.000 UMKM Pekalongan Naik Kelas Berkat Pendampingan Rumah BUMN BRI
Dapen BRI Mendapatkan ISO 31000:2018 Risk Management
Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia (Dapen BRI) berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 31000:2018 Risk Management – Guideline dari The British Standard Instituion (BSI) Indonesia pada tanggal 24 Desember 2024.
Sertifikasi ISO 31000:2018 ini merupakan standar internasional tentang prinsip, kerangka, proses, dan persyaratan dalam menerapkan Sistem Manajemen Risiko atau Enterprise Risk Management (ERM).
Proses sertifikasi ini dilakukan melalui audit independen yang ketat oleh lembaga sertifikasi internasional terpercaya. Dengan begitu, sertifikasi ini menjadi jaminan yang kredibel.
Dengan ISO 31000: 2018 memastikan bahwa Dapen BRI telah menerapkan pendekatan sistematis dalam identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko, sehingga mampu mendukung keberlanjutan program dan memberikan manfaat maksimal kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya peserta dana pensiun.
Baca Juga: Kisah Mantri BRI Agustina Etwiory Taklukkan Tantangan di Tanah Miring, Kabupaten Merauke
Menurut Ketua Dewan Pengawas Dapen BRI Agus Winardono, sertifikasi ISO 31000:2018 ini menjadi bukti komitmen Dapen BRI beserta seluruh stakeholders dalam penerapan manajemen risiko yang baik dan berstandar internasional. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Dapen BRI.
“Implementasi ISO 31000: 2018 memungkinkan Dapen BRI untuk menghadapi tantangan risiko secara proaktif, termasuk risiko operasional, finansial, dan strategis,” ujar Agus Winardono.
Dan menurut Agus Winardono, hal ini sejalan dengan misi Dapen BRI untuk memberikan layanan terbaik dengan standar internasional, memastikan keandalan dana pensiun yang dikelola, serta mendukung visi dalam mencapai keberlanjutan.
Artikel Terkait
Artificial Intellegence atau AI di BRI Tidak Menggantikan Manusia Tapi Membantu Manusia Tingkatkan Produktifitas
3 Langkah Strategis BRI dan Holding Ultra Mikro agar Sertifikasi BPOM Tingkatkan Daya Saing UMKM
BRI Luncurkan Fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu: Kemajuan Zaman yang Mempermudah Akses Uang Tunai
Hadirkan Tata Kelola yang Transparan, BRI Raih Dua Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Jeruk Gerga Curup: Meningkatkan Ekonomi Lokal dan Pariwisata Berkat Dukungan BRI
Pengrajin Klaster Usaha Batik Kebon Indah Terima Bantuan dari BRI Peduli Tepat di Hari Ibu
Hati-hati, Belajar dari Kasus Hoax Uang Palsu di ATM BRI Gowa, Tingkatkan Kewaspadaan