"Saya pikir studi kami dapat mendorong penggunaan (teknologi), meskipun kami berhati-hati dalam cara kami menulisnya karena kami tidak menganjurkan penggunaannya," katanya.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti potensi dan tantangan dalam penggunaan AI untuk menilai kepribadian dan memprediksi kesuksesan karir berdasarkan gambar wajah.
Baca Juga: Tanaman Hias yang Sempurna untuk Zodiakmu di Kantor, Siapa Tahu Bisa Bikin Kamu Jadi Zen!
Meskipun teknologi ini menawarkan cara baru untuk memahami hubungan antara kepribadian dan hasil karir, perlu dipastikan bahwa penggunaannya dilakukan dengan cara yang etis dan menghormati privasi individu.
Sudah ada penolakan terhadap penggunaan AI dalam menyeleksi kandidat pekerjaan, karena teknologi tersebut telah terbukti cacat berdasarkan sumber datanya.
"Karena AI terus memengaruhi praktik perekrutan, penelitian ini membutuhkan eksplorasi lebih lanjut ke dalam pertimbangan etis, praktis, dan strategisnya," jelas Shue.
Artikel Terkait
Dari Film Trump hingga Aktris Transgender, Academy Awards Ke-97 Jadi Ajang Paling Politis Sepanjang Sejarah Oscar?
Lowongan Kerja: Medical Writer di MIMS
Usia Pensiun Jadi 59 Tahun, Ini Tips Agar Masa Pensiunmu Lebih Nyaman dan Terjamin!Jangan Tunda
Selama Libur Isra Mikraj dan Imlek 2025, Nasabah BRI Tetap Dapat Mengakses Layanan Perbankan
Punya 2 Akun BPJS TK, Ini Cara Menggabungkan Saldo JHT Secara Online
Bir BINTANG Luncurkan Inovasi Baru: Arak Jeruk & Madu, Dijual Hanya di Bali
13 Tips Jitu untuk Menemukan Harta Karun di Thrift Store