5 Dampak Efisiensi Anggaran Kebijakan Prabowo, ASN Hanya WFO 3 Hari dan Perlintasan KA Tak Dijaga

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 Februari 2025 | 20:42 WIB
Muncul rumor bahwa karyawan TVRI dan RRI akan di-PHK akibat efisiensi anggaran kebijakan Presiden Prabowo.. (Instagram/@rri_official)
Muncul rumor bahwa karyawan TVRI dan RRI akan di-PHK akibat efisiensi anggaran kebijakan Presiden Prabowo.. (Instagram/@rri_official)

Selain itu, LPP Radio Republik Indonesia (RRI) juga berencana melakukan PHK terhadap sejumlah kontributor dan mitra kontrak.

Di media sosial X, viral sebuah video yang memperlihatkan penyiar RRI menangis sambil curhat mengenai dirinya yang terkena PHK. Ia bahkan membuat “surat terbuka” kepada Presiden Probowo mengenai nasib miris yang dialaminya.

Baca Juga: Pemerintah Apresiasi Keberpihakan BRI dalam Mendorong UMKM Naik Kelas dan Go Global

3. Kantor kementerian hemat listrik

Menurut Tempo.co, seluruh kantor kementerian bahkan sampai melakukan penghematan listrik akibat efisiensi anggaran.

Dampaknya, pencahayaan di lobi dan lantai dasar gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) redup karena hanya beberapa lampu utama yang dinyalakan.

Seorang pegawai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengaku bahwa ia bekerja di kantor dengan kondisi cahaya yang remang-remang karena tak semua lampu dinyalakan.

Bahkan, penggunaan Air Conditioner (AC) di kantor juga dibatasi sehingga harus dimatikan di jam-jam tertentu.

4. Beasiswa Kemenkeu dibatalkan

Meski pendaftaran Beasiswa Kementerian Keuangan (Ministerial Scholarship) Tahun 2025 sudah dibuka sejak awal Januari 2025, tetapi pihak Kemenkeu terpaksa menutup dan membatalkan beasiswa tersebut.

Baca Juga: Pameran Kongsi: Jejak Sejarah Perjalanan Masyarakat Tionghoa di Nusantara

“Kami sampaikan bahwa penawaran Beasiswa Kementerian Keuangan (Ministerial Scholarship) Tahun 2025 sebagaimana telah diumumkan melalui Pengumuman Nomor PENG-1/PP.2/2025 dibatalkan,” tulis pengumuman langsung dari Kemenkeu.

5. Palang pintu kereta tak ada yang jaga

Sejumlah perlintasan kereta api di Jember, Jawa Timur, tidak ada yang menjaga karena petugasnya dirumahkan.

Ini karena petugas pos yang biasa berjaga di sana merupakan pegawai honorer dan sekarang Dinas Perhubungan sudah tak lagi memiliki anggaran untuk membayar mereka akibat efisiensi anggaran yang dilakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC Indonesia, Tempo.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X